Friday, December 7, 2012

Si Anak Lelaki dan Pagar Rumah

 

Sepulangnya dari sekolah, dilihatnya  anak laki-lakinya melemparkan tas sekolahnya dengan rasa kesal. Raut mukanya begitu kusut dengan nafas tak teratur. Sang ayahpun mendekati  sang anak. Dan bertanya apa yang telah terjadi pada hari ini. 

Si anak pun menceritakan bahwa ia sangat marah kepada temannya. Temannya telah melakukan beberapa kesalahan padanya.
Tahulah sang ayah apa penyebab kekesalan anak lelakinya itu. Sambil menenangkan si anak, sang ayah berkata kepada anak nya ,
“Nak, begini saja, kita akan membuat sebuah permainan untukmu.  Jika kamu marah, pergilah ke  pagar halaman depan rumah kita, satu buah paku untuk tiap satu kemarahanmu yang tak bisa kamu tahankan. Pakukan lah ke pagar tersebut.” Sambil sang ayah menunjuki pagar kayu di depan rumah.


Si anak menyetujui permintaan sang ayah.  Esoknya,  Sepulang nya  si anak dari sekolah, sang ayah segera melihat pagar rumahnya. Betapa terkejut sang ayah, melihat begitu banyak paku yang tertancap disitu  hanya dalam waktu 1 hari. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, jumlah paku yang tertancap semakin banyak.

Dipanggilnya kembali sang anak,  dan meminta kembali sang anak mendengarkan permintaannya.
“Nak, sekarang cobalah tahan amarahmu, dan jika dalam 1 hari kamu bisa menahan amarahmu, cabutlah 1 paku yang telah tertancap dipagar  tersebut."

Esok hari, dengan wajah riang sambil tergopoh-gopoh sang anak  berlari mendekati sang ayah yang sedang  memotong rumput saat itu.
“Ayah, lihat hari ini aku bisa menahan amarahku” jawab sang anak dengan bangga sambil menunjukkan sebuah paku yang telah ia cabuti.
Sang ayah tersenyum tenang, dan berkata….
“Bagus anakku. Teruskanlah dan tahan amarahmu, hingga kamu bisa mencabuti paku yang telah kamu tancapkan disitu”.

Sang anakpun mengangguk setuju. Tiap hari semakin ia bisa menahan rasa marahnya, dan tiap kali itu pula ia berhasil mencabuti  paku yang tertancap, hingga paku itu benar-benar tiada tertancap lagi dipagar rumahnya.
“Ayah, lihatlah pagar ini sekarang benar-benar tiada  tersisa satu pun paku yang tertancap disini lagi,” katanya dengan raut bahagia. Wajahnya kini tenang dan jarang sekali kesal seperti dulu. 

Dielusnya kepala sang anak dengan lembut dan penuh kasih, sang ayah tahu dan mengerti anaknya tengah begitu bangga akan  usahanya selama ini.
“Nak, ayah tahu kamu bahagia sekali dan ayah bangga kamu bisa melakukannya.  Tapi,  nak ingatlah satu hal , coba perhatikan pagar ini sekarang…”

sang anakpun memperhatikan pagar tersebut dengan seksama,
“Pagarnya Yah..” gumam sang anak, ia baru menyadari begitu banyak lubang-lubang bekas tancapan   paku dipagar itu.
“ Begitulah Anakku, berhati-hatilah menjaga lisanmu saat amarahmu datang kepadamu. Karena, tanpa kamu sadari anakku, amarahmu bisa meninggalkan bekas luka yang sangat menyakitkan di hati teman-temanmu. Dan luka itu, tidak bisa dihapus kembali anakku.

Sumber :
Tauladan TVONE-Mustafa Daood - DEBU

 

3 comments:

  1. critny bgs tuk mengajari qt arti ksbran............

    ReplyDelete
  2. keren kakaxxx
    tapi,lala blm bca hehehehe

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com