Sunday, March 10, 2013

3 Pertanyaan Sang Raja






Alkisah, di sebuah kerajaan hiduplah seorang raja yang memerintah kerajaan tersebut dengan adil. Tiap kali akan mengambil sebuah keputusan, sang raja selalu meminta nasehat dari para pejabat kerajaan. Terkadang, sang raja juga senang mengemukakan pendapatnya atas sesuatu. 

Hingga suatu hari, ketika sang raja dan para pejabat istana asyik bersantai,  sang raja mengajukan pertanyaan kepada para pejabat istananya.
“Wahai para pejabat istanaku sekalian, menurutmu apa yang harus dikerjakan dalam hidup ini? Dan kapan waktu yang tepat untuk mengerjakannya? Lalu siapa yang harus kubantu didalam hidup ini?”

Pertanyaan dari sang raja kontan membuat  para pejabat istana diam. Mereka bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mungkin mereka bisa menjawabnya, akan tetapi mereka tahu sang raja menginginkan jawaban yang benar-benar cukup memuaskannya. 

Lalu, salah seorang dari mereka pun maju menghadap sang raja, dan berkata
“Ampun Tuanku, jika tuanku ingin menemukan jawaban atas pertanyaan tuanku, hamba kira sebaiknya tuanku bertanya pada seorang lelaki tua yang tinggal di dalam sebuah hutan tidak jauh dari istana ini. Hamba dengar, lelaki tua ini sangat bijaksana. Kiranya, ia dapat menjawab pertanyaan tersebut.”

Mendengar penuturan pejabat tersebut, sang raja pun memutuskan ia akan mencari lelaki tua itu. Keesokan harinya, sang raja pun segera berangkat seorang diri dengan menyamar sebagai rakyat jelata.
Setelah jauh melakukan perjalanan, ia pun menemukan juga lelaki tua tersebut yang tengah duduk di bawah sebuah pohon. Wajah serta penampilan lelaki tua tersebut sangat sederhana namun bersih. Sang raja pun segera menghampiri lelaki tua tersebut dan  memperkenalkan diri. Tak lupa juga ia pun menyampaikan maksud kedatangannya. 

Setelah mendengar maksud kedatangan sang raja, lelaki tua tersebut berkata kepadanya..
“Pulanglah…”kata orangtua tersebut sambil menatap sang raja.
Sang raja merasa jengkel atas perkataan lelaki tua tersebut. Jauh-jauh ia berjalan mencari lelaki tua tersebut serta rela menahan rasa letih, namun bukan jawaban yang di dapatkannya, sebaliknya lelaki tua tersebut mengusirnya. 

Ditengah pikiran sang raja yang sedang gundah, tiba-tiba terdengar sebuah teriakan dari dalam hutan. lelaki tua tersebut dan sang raja segera mencari dimana arah suara itu berasal.
Tampaklah seorang pemuda tengah kesakitan memegang arah pergelangan kakinya. lelaki tua tersebut segera membantu pemuda itu dan memeriksanya. 
Ternyata, ia baru saja digigit seekor ular yang berbisa. lelaki tua tersebut lalu meminta sang raja membantunya untuk mencarikan dedaunan di dalam hutan yang dapat menyembuhkan kaki si pemuda itu dari bisa ular.

Sang raja pun mengajukan persyaratan, ia akan membantunya tersebut, jika lelaki tua tersebut memberikan jawaban atas tiga pertanyaannya tadi. Jika tidak, ia juga tidak akan mau membantu. lelaki tua itu setuju atas syarat yang diajukan sang raja.  

Berkat pertolongan lelaki tua tersebut dan bantuan dari sang raja, sang pemuda itu pun kini sudah bisa tersenyum lega, racun di kakinya kini tak membahayakan lagi nyawanya.
Merekapun bertiga akhirnya beristirahat sejenak, sang raja tampak tidak sabar menangih janjinya kepada lelaki tua  tersebut. Lagi-lagi lelaki tua  tersebut mengatakan kata-kata yang membuatnya bingung dan tidak mengerti..
“Jawaban atas pertanyaanmu sekarang sudah terjawab…”

lelaki tua tersebut melihat wajah sang raja yang muram dan kebingungan, sementara pemuda tersebut hanya diam melihat apa yang sedang terjadi sebenarnya.

“Pertanyaanmu yang pertama adalah  apa yang harus dikerjakan dalam hidup ini, jawabannya adalah saat aku memintamu membantuku mencari dedaunan tadi bukankah itu cukup untuk dirimu mengerti, bahwa kerjakanlah apa yang kamu bisa kerjakan dalam hidup ini.” Jelas lelaki tua  tersebut memecahkan kebingungan sang raja.

“Lalu…” sambungnya
“Kapan waktu yang tepat untuk mengerjakannya? jika kamu tidak segera mencari dedaunan tadi, tentunya nyawa pemuda ini dalam bahaya, dan mungkin tidak terselamatkan. Jangan pernah menunda-nunda waktu untuk melakukan sebuah pekerjaan baik.” 

Sang raja, mulai mengerti.
“Dan…siapa yang harus dibantu? Kamu tentu bisa melihat, bahwa pemuda ini membutuhkan pertolongan ketika kakinya di gigit ular.  Bantulah siapa saja yang membutuhkan bantuanmu. Apa sekarang kamu mengerti?” tanya lelaki tua tersebut sambil menatap tajam kearah sang raja. 

Sang raja tersenyum dan mengangguk. Jawaban yang dicarinya kini ia sudah dapatkan. Lebih dari itu, ia telah belajar sesuatu dari lelaki tua tersebut bahwa pencarian atas sesuatu itu terkadang berada didekat kita.

 “ Cerita  ini saya dengar  Cuma sekilas dari nonton tv acara nya Tauladan, yang diceritakan oleh pak Mustafa Daood, moga bermanfaat..^^”

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com