Thursday, May 30, 2013

Berkenalan Lebih Dekat Dengan Sosok Malaikat





Di waktu kecil kita selalu mendengar petuah dari orang tua  maupun dari guru kita, bahwa di kanan dan kiri tubuh kita terdapat seorang malaikat yang mengawasi dan mencatat tiap perbuatan kita.


Malaikat di sebelah kanan mencatat perbuatan baik, dan malaikat yang di sebelah kiri mencatat perbuatan buruk kita. Sebagai seorang muslim, kita juga diwajibkan untuk meyakini akan keberadaan malaikat. Meski, kita tak bisa melihat wujudnya dengan kedua mata kita.
Agama lainpun juga mempunyai keyakinan bahwa malaikat itu ada. 
 
Malaikat selalu kita bayangkan sebagai sosok agung, suci, dan memiliki dua buah sayap. Mereka memiliki kemampuan untuk terbang melintasi langit dan bumi.  Malaikat juga dipercayai sebagai sosok pelindung dan penyelamat.  Bahkan malaikat  sampai digambarkan sebagai sosok seorang perempuan cantik nan menawan.

Namun, bagaimana sebenarnya penggambaran  malaikat yang sesungguhnya?   Akhirnya saya menemukan sebuah buku yang berisi rincian data-data tentang segala hal yang berkenaan dengan malaikat. Saya sedikit merangkumkannya untuk teman-teman semua. 

“Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka ( malaikat ) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.”
( QS.Fushshilat : 38 )

Malaikat Diciptakan Dari Cahaya


Penciptaan malaikat  tidak bisa dipisahkan dari cahaya. Karena cahaya adalah sumber dari terciptanya malaikat. Ini berdasarkan dari sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Aisyah bahwa beliau bersabda,

“Para malaikat diciptakan dari cahaya, para jin diciptakan dari api, dan menciptakan Adam sebagaimana yang diterangkan kepada kalian.”

Namun, tidak dijumpai keterangan yang lebih terperinci tentang sifat malaikat dari cahaya yang dimaksud dalam hadist tersebut, baik dalam Al-Qur’an maupun hadist nabi yang lain.

Malaikat Tidak Membutuhkan Makan Dan Minum.



Jika  segala makhluk hidup yang ada dibumi ini membutuhkan makan dan minum untuk keberlansungan hidupnya, tidak halnya dengan malaikat. Malaikat tidak membutuhkan makan dan minum.

Sifat malaikat yang tidak makan dan minum ini bersifat konstan dalam situasi apapun. Artinya, meskipun malaikat dalam keadaan yang sedang menyamar sebagai manusia, sifat dasar mereka yang tidak membutuhkan makan dan minum tetap berlaku.

Pandangan ini sedikit berbeda dengan informasi dan keyakinan kalangan ahlul kitab. Dua pandangan berbeda ini beranjak dari kisah  yang sama, yaitu kisah Nabi Ibrahim as yang didatangi malaikat yang sedang menyamar. Nabi Ibrahim as memotong domba untuk menjamu tamunya, ini adalah kebiasaan orang Arab yang selalu menjamu tamu dengan makanan terbaik yang mereka miliki.  Nabi Ibrahim as tidak mengetahui bahwa tamunya adalah malaikat. 

Bible menginformasikan bahwa para malaikat yang sedang dalam penyamaran itu mau makan layaknya manusia. Sehingga di kalangan umat kristiani ada istilah “Jamuan Malaikat.”
Sebaliknya, di dalam Al-Qur’an dengan tegas menyebutkan bahwa malaikat yang sedang menyamar sebagai manusia tersebut tidak mau menyentuh sama sekali makanan yang dihidangkan oleh Nabi Ibrahim as.

“Sudahkah sampai kepadamu ( Muhammad ) cerita tamu Ibrahim ( malaikat-malaikat ) yang dimuliakan?
 Ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan : “Salaaman”, Ibrahim  menjawab : “Salaamun” kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal. Lalu dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya anak sapi gemuk ( yang dibakar ). Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata : “Silahkan kamu makan.” ( Tetapi mereka tidak mau makan ), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata : “Janganlah kamu takut, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan  ( kelahiran ) seorang anak yang alim ( Ishak ).
(QS.Adz Zaariyaat : 24-28 )

Tidak Berjenis Kelamin



Malaikat tidak berjenis kelamin seperti manusia. Tetapi orang-orang kafir menyatakan bahwa para malaikat berjenis kelamin perempuan.
Hal ini dipertegas di dalam Al-Qur’an surat An-Nadjm :

“Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka menamakan malaikat itu dengan nama perempuan. Dan mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka sedang sesungguhnya prasangka itu tiada berguna sedikitpun untuk ( mencapai) kebenaran.”
(QS. An Nadjm : 27-28 )

Meski malaikat tidak berjenis kelamin, namun dalam beberapa tugas untuk bertatap langsung dengan manusia, baik manusia dari jenis kelamin laki-laki maupun perempuan, para malaikat ditampilkan dengan menyamar sebagai seorang pria yang gagah dan menarik. Tidak dijumpai riwayat   yang menyebutkan bahwa malaikat pernah menyamar sebagai perempuan.

Diciptakan Dalam Bentuk Yang Berbeda Dan Bertingkat



“Tiada seorangpun diantara kami ( malaikat ) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu.
 Dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf ( dalam menunaikan perintah Allah ).”
(QS. Ash Shaffaat : 164-165 )

Beberapa ulama berpendapat, bahwa makna bershaf-shaf menunjukkan adanya tingkatan peran dan kecepatannya dalam menunaikan tugas yang diberikan oleh Allah swt kepada mereka.

Memiliki Sayap



Dalam beberapa kesempatan Rasulullah saw sempat melihat Jibril dalam bentuk aslinya. Rasulullah saw melihat adanya sayap pada tubuh Jibril.
Rasulullah saw bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Mas’ud yang berkata :
" Rasulullah telah melihat Jibril dalam pakaian hijau memenuhi antara langit dan bumi.”

Dalam riwayat lain, Rasulullah saw ketika Isra’ dan Mi’raj melihat Jibril. Ia memiliki 600 sayap antara kedua sayapnya, sebagaimana menerangkan antara timur dan barat.
Keberadaan sayap para malaikat ini, secara tidak langsung juga mengukuhkan fakta bahwa para malaikat diciptakan dengan bentuk berbeda antara satu dengan yang lainnya.

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai
 utusan – utusan ( untuk mengurus berbagai  macam urusan ) yang mempunyai sayap ,
 masing-masing ( ada yang ) dua, tiga, dan empat, Allah menambahkan pada ciptaan-Nya, apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
( QS.Faathir : 1 )

Malaikat Memiliki Kemapuan Untuk Terbang 




Hadist riwayat Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda,
“Para malaikat datang berganti-ganti kepada kalian pada waktu malam dan siang hari. Mereka berkumpul saat shalat subuh dan Ashar. Kemudian yang menjaga kalian di waktu malam naik. Kemudian Allah Yang Maha Mengetahui urusan mereka, bertanya kepada malaikat-malaikat tersebut,
“Bagaimanakah keadaan hamba-Ku ketika kalian tinggalkan ? mereka menjawab, “Kami tinggalkan mereka ketika mereka sedang shalat dan kami datang juga ketika mereka sedang shalat.”
( HR.Muslim )
Kata “naik” dalam konteks hadist tersebut adalah naik ke langit, maknanya adalah terbang,

Malaikat Memiliki Wajah 



Malaikat memiliki wajah, hal ini berdasarkan kisah Nabi Luth as, yang di datangi malaikat dalam sosok pemuda yang rupawan, mereka bertamu ke kediaman Nabi Luth untuk memberitahukan agar nabi Luth as beserta pengikutnya untuk segera meninggalkan kota, karena tidak lama lagi Allah swt akan menurunkan azabnya kepada penduduk kota tersebut. Nabi Luth saat itu khawatir akan keselamatan tamu-tamunya dikarenakan umatnya yang berperilaku menyimpang ( homoseksual ).

Di dalam surat An-Nadjm juga menerangkan sebagaimana malaikat memiliki wajah,
“Yang diajarkan kepadanya oleh ( Jibril ) yang sangat kuat. Yang mempunyai akal yang cerdas, lalu  ( Jibril itu ) menampakkan diri dengan rupa yang asli.”
(QS.An-Nadjm : 5-6 )

Jumlah Malaikat Tidak Terbatas 



Tidak ditemukan di dalam Al-Qur’an maupun hadist jumlah pasti berapa banyak malaikat yang ada, hanya Allah swt Yang Maha Mengetahui jumlah makhluk ciptaan-Nya tersebut. Namun, dalam situasi tertentu kita dapat menemukan jumlah malaikat tersebut.
Seperti jumlah malaikat yang diperbantukan dalam peperangan yang dihadapi oleh kaum muslim dan Rasulullah saw ketika terjadi perang Badar.

“( Ingatlah ), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin : “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan ( dari langit )?”
Ya, ( cukup ) ! Jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.”
(QS. Ali Imran : 124 -125 )

Dari Ayat Al-Qur’an diatas terdapat sekitar 1.000 – 5.000 malaikat yang ikut berperang bersama Rasulullah untuk menegakkan kebenaran islam. 
Di dalam hadist lain, jumlah malaikat disebutkan lagi dengan jumlah yang lebih banyak lagi,

“Langit mengeluarkan suara dan sudah menjadi haknya untuk mengeluarkan suara. Kemudian beliau bersabda, “Pada hari yang ditentukan, neraka jahanam dijaga oleh tujuh puluh ribu pemimpin malaikat. Dan setiap pemimpin memiliki anak buah sebanyak tujuh puluh ribu malaikat.”
************

Dari informasi yang saya dapatkan, malaikat juga memiliki hal-hal yang tidak disukai. Seperti, malaikat tidak menyukai rumah yang terdapat patung, malaikat tidak menyukai aroma bawang putih, malaikat tidak suka melihat orang yang telanjang, malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalammya terdapat anjing.
Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
Salam.....

Sumber :
Anwari, M.Hilal Tri Anwan. 2009.Jejak Malaikat Di Bumi.Jakarta : Al-Kautsar
 

2 comments:

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com