Wednesday, May 22, 2013

Story Of Seven Sleepers : Ashaabul Kahf








Gua tempat Ashabuul Kahfi

“Apakah kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka Termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengagumkan?

(ingatlah) tatkala Para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada Kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi Kami petunjuk yang Lurus dalam urusan Kami (ini)."
( Qs.Al-Kahf 18 : 9-10)

Masih ingatkah teman-teman tentang dongeng putri tidur atau snow white ? seorang putri cantik yang terkena kutukan seorang penyihir akibat memakan sebuah apel beracun.  Setelah sang putri memakan apel tersebut ia mendadak tertidur untuk sementara waktu. Kutukan tersebut akan berakhir jika ada seorang pangeran yang mencintainya dan mau  menciumnya.


Jauh sebelum dongeng snow white muncul, di dalam sejarah islam terdapat sebuah cerita yang sama dengan  dongeng tersebut. 
Kisah tujuh orang pemuda  beriman atau dikenal dengan nama Ashaabul Kahfi ( Gua ) yang ditidurkan oleh Allah swt, berbeda dari cerita Snow White yang tertidur karena kutukan. Cerita tersebut sudah saya dengar semasa masih kanak-kanak. Hanya untuk secara detail, saya belum mendapatkannya.

Hingga akhirnya saya berhasil menemukan cerita tersebut di dalam sebuah tafsir Al-Qur’an, cerita tersebut diceritakan berdasarkan riwayat Israiliyat. Saya juga belum mengetahui apa yang dimaksud dengan riwayat Israiliyat. Cerita tentang tujuh orang pemuda beriman ini terukir abadi di dalam Al-Qur’an surat Al-Kahf 9 : 26, serta diyakini juga kebenarannya oleh umat nasrani. 
Dan ini bukanlah sebuah dongeng belaka, tetapi peristiwa yang memang telah terjadi dan ada pada masa lalu.

Inilah cerita lengkapnya dari  Ashabul Kahf:

Seorang raja yang bernama Decyanus mengeluarkan perintah  kepada rakyatnya untuk menyembah berhala dan memerintahkan para pengawalnya untuk menyiksa siapa saja yang berani menentangnya. Beberapa orang pemuda dari kalangan bangsawan juga dipaksa turut menyembah berhala-berhala tersebut. Bahkan diancam untuk dibunuh jika berani menolak perintahnya. 

Namun pemuda-pemuda tersebut menolaknya dan tetap bertahan dalam keyakinan mereka.  
Pemuda-pemuda itu kemudian pergi ke sebuah gua yang terletak di sebuah gunung yang disebut Tikhayus, dekat kota mereka Afasus. Di gua tersebut mereka akan beribadah kepada Allah swt, sekiranya mereka diserang dan dibunuh, maka mereka mati dalam ketaatan.  

Di tengah perjalanan ke gua, mereka bertemu seorang penggembala dengan seekor anjingnya. Kemudian ikut bersama mereka.Di gua itulah mereka tekun menyembah Allah swt. Diantara mereka ada yang bernama Tamlikha, ia bertugas membeli makanan dan minuman untuk teman-temannya dan menyampaikan kabar bahwa  raja Decyanus masih mencari mereka. 

Setelah kembali dari perjalanannya, raja itu segera mencari ahli-ahli ibadah untuk dibunuh, kecuali bila mereka menyembah berhala. Berita itu pun terdengar oleh Tamlikha ketika ia sedang berbelanja. Lalu disampaikan kepada teman-temannya. 

 Mereka menangis kemudian  Allah swt menutup pendengaran mereka sehingga mereka tertidur. Sementara itu Decyanus teringat kembali kepada pemuda-pemuda tersebut. Lalu memaksa  para orangtua mereka untuk mendatangkannya. Para orangtua mereka menunjukkan gua tempat mereka beribadah. 

Decyanus segera pergi kesana dan menutup mulut gua itu agar mereka mati didalamnya. Dalam staf pengiring raja, ada dua orang laki-laki yang tetap menyembunyikan keimanannya. Namanya Petrus dan Runas. Kisah para pemuda yang beriman dalam gua itu diabadikan dengan tulisan diatas dua keping batu.

Lalu, disimpan dalam peti dari tembaga. Peti itu ditanamkan ke dalam   bangunan supaya dkemudian hari  menjadi teladan dan peringatan bagi umat manusia.

Waktu terus berjalan, zaman silih berganti, raja Decyanus sudah dilupakan orang. Seorang raja saleh yang bernama Petrus memerintah negeri itu selama 68 tahun. Pada masa pemerintahannya, terjadi pertikaian pendapat di kalangan rakyat tentang hari kiamat. Sehingga mereka terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan yang percaya dan yang mengingkarinya.

Raja sangat sedih hati karena persoalan ini. Ia berdoa kepada Tuhan agar Dia  memperlihatkan kepada rakyatnya tanda-tanda yang meyakinkan mereka bahwa kiamat pasti terjadi.
Sementara itu, seorang penggembala kambing bernama Ulyas bermaksud membangun kandang untuk kambingnya di gua tempat para pemuda tersebut. Lalu dipecahkannya tutup yang menutupi pintu gua itu. Seketika itu juga, pemuda-pemuda yang beriman itu terbangun tersentak dari tidurnya. Mereka duduk dengan wajah berseri-seri lalu mereka shalat. 

Berkatalah mereka satu sama lain, “Berapa lama kalian tidur?” 
Dijawab oleh yang lain, “Sehari atau setengah hari.”
Yang lain mengatakan, “Tuhan lebih mengetahui berapa lama kalian tidur, cobalah salah satu dari kalian pergi ke kota dengan membawa uang peraak dan membeli makanan yang baik dan menghidangkannya kepada kita.”

Maka, Tamlikha berangkat , sebagaimana biasanya sejak dahulu untuk berbelanja secara sembunyi-sembunyi karena takut terhadap raja Decyanus. Sewaktu dia berjalan, terdengar olehnya orang-orang menyeru Isa al-Masih di segala penjuru kota. Dia   berkata dalam hati,”Alangkah anehnya mengapa orang mukmin itu tidak dibunuh oleh Decyanus.”

Dia merasa heran, “Barangkali aku bermimpi, kota ini bukan kotaku dahulu.” Katanya dalam hati. Lalu dia bertanya kepada seorang laki-laki tentang nama kota itu. Lelaki tersebut menjawab, “Ini kota Afasus.”

Pada akhir perjalanan, dia datang kepada seorang laki-laki dan memberikan uang logam untuk membeli makanan. Lelaki itu kaget setelah melihat uang logam tersebut karena belum pernah melihatnya. Dia membolak-balikkan logam itu kemudian diperlihatkannya kepada kawan-kawannya.

Mereka merasa heran dan berkata, “Apakah uang ini dari harta yang kamu temukan tersimpan dalam tanah?” Uang logam ini dari zaman raja Decyanus. Satu zaman yang sudah lewat berabad-abad lamanya.” 

Kemudian Tamlikha dibawa kehadapan kedua orang hakim di kota itu. Mulanya Tamlikha mengira dia akan dibawa kepada raja Decyanus  sehingga ia menangis. Tetapi, setelah mengetahui raja telah berganti, lenyaplah kesedihannya.

 Kedua hakim kota itu, Areus dan Tanteus bertanya kepada Tamlikha, “Dimanakah harta terpendam yang kamu temukan itu, wahai anak muda?” sesudah terjadi pembicaraan antara mereka, maka Tamlikha menceritakan kisah para pemuda itu dengan raja Decyanus. Dan dia mengajak kedua hakim itu pergi menengok ke gua untuk membuktikan kebenaran kisahnya.

Lalu, keduanya pergi bersama-sama Tamlikha, hingga sampai ke pintu gua itu, dan mereka  mendengarkan semua kisah tentang penghuni gua itu dari Tamlikha. Kedua hakim itu merasa heran setelah mengetahui bahwa mereka tidur  di dalam gua selama 300 tahun.  Mengetahui bahwa mereka dibangunkan dari tidur untuk menjadi tanda kekuasaan Tuhan kepada manusia.

Kemudian Areus masuk dan melihat sebuah peti tembaga tertutup dengan segel. Di dalamnya terdapat dua batu tertulis yang menceritakan kisah pemuda itu, sejak mereka melarikan diri dari kerajaan Decyanus demi memelihara akidah dan agama mereka, sampai kemudian Decyanus menutup pintu gua itu dengan batu.

Setelah Areus dan kawan-kawannya membaca kisah ini, mereka bersyuku dan langsung bersujud kepada Allah swt. Dan mereka segera mengirim utusan kepada raja Petrus agar cepat-cepat datang untuk menyaksikan tanda kekuasaan Allah swt yang ada pada pemuda-pemuda yang dibangkitkan sesudah tertidur 309 tahun.

Raja kemudian berangkat beserta rombongan pengawal dan penduduk negerinya menuju negeri Afasus. Hari ini merupakan keputusan tentang hari  kebangkitan, hari yang tak terlupakan.
Ketika raja melihat pemuda-pemuda itu, dia langsung bersujud kepada Allah swt, memeluk pemuda-pemuda tersebut lalu menangis. Pemuda-pemuda itu terus memuji Tuhan. 

Mereka berkata kepada raja,
“Wahai raja selamat tinggal, semoga Allah swt senantiasa melindungi kamu dari kejahatan manusia dan jin.” Lalu mereka kembali ke pembaringan dan ketika itu Allah swt mencabut roh mereka.

Untuk memberikan penghormatan kepada arwah para hamba Allah swt yang suci ini, raja memerintahkan agar masing-masing mereka dibuatkan peti jenazah dari emas. Tetapi pada malam harinya raja bermimpi melihat mereka dan berpesan kepadanya,
“Biarkanlah kami sebagaimana adanya dalam gua ini, kami tidur di atas tanah sampai hari kiamat datang. Oleh karenaya, raja memerintahkan agar jenazah – jenazah itu dihamparkan didalam sebuah peti kayu dan melarang setiap orang untuk masuk ke dalam gua itu.
Raja memerintahkan pula agar dipintu gua dibangun tempat ibadah dan hari wafatnya dijadikan hari besar.
*****
Dari hasil searching saya di google, akhirnya saya menemukan juga detail nama-nama pemuda tersebut :  Maksalmina, Martinus, Kastunus, Bairunu, Danimus, Yathbunus dan Thamlika adapun anjingnya bernama Kithmir.  

jumlah pemuda-pemuda tersebut juga  terdapat berbagai versi, namun kebanyakan mengatakan jumlah mereka adalah tujuh orang. 

Gua yang menjadi tempat persembunyian para pemuda tersebut memilik berbagai versi, ada yang mengatakan terdapat di daerah Turki ada juga yang mengatakannya di Lebanon.  Karena di masing-masing tempat mereka juga menemukan gua yang mereka yakini. 

Apapun itu, kita dilarang untuk berbantah-bantahan mengenai hal tersebut. Intinya, Allah swt telah menguji hamba-hambanya dengan kebesaran kekuasaan-Nya. Kembali kepada kita untuk mempercayainya atau mengingkarinya. 

"Nanti  ( ada orang yang akan ) mengatakan ( jumlah mereka ) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan ( yang lain ) mengatakan : " (jumlah mereka ) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan ( yang lain lagi )  mengatakan : "
(jumlah mereka ) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya." katakanlah : "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui ( bilangan ) mereka kecuali sedikit." karena itu janganlah kamu ( Muhammad ) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka ( pemuda-pemuda itu ) kepada seorangpun diantara mereka ( yang memperkatakan kisah ini."

( Qs.Al-Kahf 18 : 22)



Have  a nice day for all...^^












No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com