Friday, June 28, 2013

My Birthday : Born, Live, and Learn






Pada  tanggal 24 Juni 2013  tadi, saya genap berusia 24 tahun . Sebuah usia dimana menunjukkan si pemilik usia adalah orang yang telah dewasa. Jujur saja, cara berpikir dan tindakan saya jauh dari sebuah kata dewasa.

Saya masih mudah sensitif oleh hal-hal kecil yang seharusnya saya bisa berpikir luas tentang hal tersebut. Dan saya juga masih tidak menjadi seorang wanita yang penyabar, hingga saya bisa bertindak ceroboh. 

Walau saya menyadari Tuhan mengirimkan  kepadaku beberapa kesulitan di dalam hidup untuk melatih saya menjadi penyabar.  Tuhan selalu memberi dan membimbing diri saya, meski saya telah beribu-ribu kali menjadi seorang yang gagal.

Tidak ada perayaan istimewa dihari ini, tidak ada balon, tidak ada tepuk tangan, dan juga tidak ada sebuah lilin yang terpasang di atas kue ulang tahun.

Setiap ulang tahun, kami hanya merayakannya secara sederhana. Sebuah kue atau makanan yang ibu buatkan untuk saya. Serta ucapan selamat yang datang  dari orang-orang terdekat saya. Itu cukup bagi saya. Saya bahagia.
Saya bersyukur Tuhan masih menganugerahi saya hidup sampai detik ini.  Saya bisa melihat indahnya dunia ini. ^^

Kado, ..ah..tak lengkap rasanya sebuah ulang tahun tanpa sebuah kado, bukan? Alhamdulillah saya menerima kado dari orang-orang terdekat saya. Tahun lalu saya juga mendapatkan kado.
Saya cukup senang....

Make a wish ? tak cukup saya pikir  membuat sebuah satu permohonan di hari ulang tahun. Saya menginginkannya lebih dari satu, mungkin tiga, atau mungkin sepuluh. Ah..andai bisa keinginan-keinginan tersebut bisa terwujud.

Saya hanya punya tiga keinginan di hari ulang tahun:
Pertama, saya benar-benar ingin bisa mengerjakan sholat lima waktu dalam sehari. Menyedihkan, usia sudah bertambah namun untuk hal ini saya masih saja sering bolos, tidak tepat waktu bahkan khusyuk.  Ini adalah bekal untuk saya di kehidupan nanti, ini adalah ikatan saya dengan Sang Maha Hidup. Agar  jika suatu saat saya mati, saya bisa kembali pada-Nya dengan hati bahagia.

Kedua, saya hanya ingin melihat keluarga saya bahagia. Hidup dengan damai, tenang, dan melalui bersama-sama tiap kesulitan  dan cobaan yang menyapa sepanjang hidup.

Ketiga, saya ingin mempunyai masa depan yang lebih baik.

Jika ada keinginan selain ketiga hal tersebut, mungkin saya memimpikan di masa tua nanti saya bisa hidup dengan damai, menanami halaman rumah dengan berbagai  macam  tanaman, memelihara beberapa ekor kucing, menyalurkan hobi menggambar saya  dan masih tetap menulis sesuatu yang berguna bagi orang lain..

Apakah itu semua bisa saya wujudkan ? bukan menjadi sebuah impian, bukan hanya kata-kata belaka! Manusia boleh merencanakan, akan tetapi Tuhan menentukan...
Maka, kita diajari mengucapkan sebuah kata “Amin” ( Semoga Tuhan Mengabulkan ) terlepas bagaimana permohonan tersebut terkabul atau tidak.

24 tahun usia saya
Semoga menjadi pribadi yang lebih baik lagi
Semoga tak pernah berhenti belajar dari kehidupan ini....

Salam...................................................


No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com