Wednesday, July 17, 2013

Bagai Pungguk Rindukan Bulan





Hallo semuanya,  masih adakah yang mengunjungi blog saya hari ini? Saya harap teman-teman semua masih betah berkunjung ke blog saya. Meski hanya sekedar numpang  lewat atau mengintip  postingan saya sudah update atau belum. ,,he,,he,,, lagi percaya diri ..*_*
Oke, pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan sebuah cerita tentunya menarik untuk teman-teman semua.  Saya harap saat ini di tempatmu berada, waktunya adalah malam hari. Agar cerita dari  saya bisa menjadi pengantar tidurmu. ^^

 
Dan jika saat ini di tempatmu masih siang hari, tahan dan bacalah cerita ini sampai malam tiba. He..he..becanda teman-teman...
Memang sebuah cerita sangat tepat diceritakan pada waktu malam hari, bukan?
Langsung saja saya ceritakan kisahnya....

Tersebutlah, seorang anak muda yang sedang mabuk asmara. Anak muda itu berasal dari golongan rakyat jelata. Anak muda itu bernama Burung Pungguk. Burung Pungguk mencintai seorang gadis yang cantik. Gadis itu berasal dari keturunan keluarga bangsawan. Gadis itu bernama Puteri Bulan. 

Sayang sekali Puteri Bulan telah bertunangan dengan Garuda.
Puteri Bulan sebenarnya mencintai Burung Pungguk. Puteri Bulan tidak menolak cinta Burung Pungguk. Namun, karena telah bertunangan Puteri Bulan tidak mudah ditemui. Apalagi Puteri Bulan selalu ditemani oleh pengiringnya. Pengiring Puteri Bulan  bernama Bintang, Mega, dan Awan.
Pada suatu hari Puteri Bulan dan Burung pungguk bermain-main di Taman Banjaran Sari. Taman Banjaran Sari terletak di negeri milik Burung Dewata Cendrawasih.  Burung Dewata Cendrawasih adalah sahabat Burung Pungguk dan Puteri Bulan.

Ketika hendak berpisah Puteri Bulan memberi hadiah kepada  Burung Pungguk. Hadiah itu berupa sehelai kain. Saat Puteri Bulan memberi kain, Burung Pungguk sangat terpesona. Tiba-tiba datanglah Garuda. Garuda mengenali kain yang dibawa Burung Pungguk. Garuda tahu benar bahwa kain itu milik Puteri Bulan. Garuda sangat marah dan menyerang  Burung Pungguk. 

Dalam perkelahian itu Burung Pungguk  kalah. Sementara itu, Puteri Bulan tidak dapat berbuat apa-apa. Puteri Bulan takut akan kemarahan Garuda.
Burung pungguk tak bisa berbuat apa-apa, pun ia juga telah kalah. Pergilah ia berlalu membawa cintanya yang patah. Ia kini hanya bisa menatap Puteri Bulan dari jauh yang telah menjadi milik Burung Garuda. Serta hanya bisa memendam kerinduannya.
Maka, orang-orang pun memanggilnya “Dia Pungguk yang merindukan bulan.”
***
Cerita tersebut sekaligus menjadi asal sebuah pepatah “Pungguk yang merindukan bulan” yang mempunyai arti seseorang yang cintanya tak berbalas. Cerita tersebut  berasal dari sebuah syair berjudul “Syair Burung Pungguk.”
Nah, bagaimana teman-teman ceritanya? Menarik bukan? Meski akhir cerita tersebut sangat menyedihkan, tapi kita bisa mengambil sebuah pesan bahwa di dalam cinta kita mempunyai jalan masing-masing. Kita menjalani takdir yang berbeda-beda.

Boleh jadi memang Burung pungguk tidak berjodoh dengan Puteri Bulan. Akan tetapi Tuhan pasti memiliki rencana indah untuk masa depannya. 
Have a nice dreams my friends and don’t forget to pray...n_n








No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com