Friday, November 1, 2013

A Street Cat Named Bob, Kisah Persahabatan Seorang Pengamen Dan Seekor Kucing




Pengarang      :  James Bowen
Penerbit         : PT. Serambi Ilmu Semesta, Jakarta
Tahun             : 2012, cet.1

James Bowen, seorang pengamen dan tuna wisma, mendapati seekor kucing yang entah dari mana asalnya sedang bergelung di lantai koridor tempat pondokannya ketika  ia pulang dari mengamen.

Berpikir bahwa kucing tersebut adalah milik salah satu dari pemilik pondokan di tempat tinggalnya, James mengacuhkan kucing itu. James sempat membelainya, dan sedikit tertarik pada kucing tersebut. Namun  ia menyadari kucing  itu bukanlah miliknya.

Keesokan paginya, ia masih mendapati kucing tersebut masih duduk bergelung di keset pintu pondokan tersebut. James pun tergerak untuk mengetuk salah satu pintu pondokan itu dan mencari tahu siapa pemilik kucing tersebut. Akan tetapi, pemilik pondokan bukanlah pemilik dari kucing itu.

Terdorong oleh rasa kasihan, James pun memutuskan untuk merawat dan memelihara kucing tersebut.  Meski, ia tahu betapa merepotkan memelihara seekor kucing ditambah dengan kehidupannya yang terbelit dengan obat-obatan terlarang. 

Ia pun menamai kucing tersebut “Bob”. Beban hidup James pun bertambah dengan memelihara Bob. Mulai dari makanan hingga kesehatan Bob. Ia harus dua  kali giat bekerja untuk membiayai kebutuhan dirinya dan Bob.  

James yang biasanya mencari nafkah di stasiun kereta bawah tanah kota London dengan mengamen, suatu hari menyadari bahwa Bob mulai membuntutinya kemana pun ia pergi. Khawatir Bob akan tersesat, James menyuruh dan mengusir Bob agar kembali ke rumah. 




Lagi, dan lagi kejadian itu berulang kembali, James pun menyerah dan mengajak Bob untuk pergi bekerja bersamanya.
Bob yang melingkar di bahu James menjadi sebuah pemandangan unik bagi warga kota London. Orang-orang mulai memperhatikan James dan Bob. Dampaknya, pendapatan James sebagai seorang pengamen menjadi lebih  banyak, tak seperti biasa. 

Awalnya hanya sesekali saja James membawa Bob, tapi Bob sering kali mengikuti James saat ia mengamen. Dan orang-orang mulai melemparkan banyak koin untuk mereka. Mereka menyukai Bob.

Disisi lain, James tak ingin terlalu mengeksploitasi Bob, baginya Bob bukan lah sekedar kucing tapi seorang teman yang telah lama tak dimilikinya, juga seorang anak bagi James. James dan Bob mulai akrab satu sama lain. 

Rasa kesepian dan kesedihan di hati James, sedikit  demi sedikit terobati oleh kehadiran Bob. Perasaan kesepian dari keluarga yang tak pernah ia hubungi selama 10 tahun akhir, kesepian akan teman-teman yang bisa diajak bicara, dan pandangan orang-orang betapa hina pekerjaannya. Bob mampu mengisi hatinya dengan penuh cinta. Bukan hanya itu saja, Bob mengajarinya kembali arti cinta dan kasih sayang terhadap sesama. Cara orang-orang memandang james pun sekarang lebih ramah.


James pun mulai memperhatikan dirinya lebih baik lagi.  Ia kembali untuk menuntaskan tahap akhir rehabilitasinya terhadap kecanduan obat-obatan.  Ia juga lebih memperhatikan penampilannya dan berusaha kembali membangun hubungan dengan keluarganya yang telah lama tidak ia kabari.

Hidup di jalanan bukanlah sebuah tempat yang aman bagi Bob dan James. Beberapa kali, mereka harus berhadapan dengan pengamen-pengamen jalanan yang berkuasa, belum lagi orang-orang yang begitu jahil mengganggu Bob. 

Berhasilkah mereka melalui semuanya? Dan mampukah James bangkit dari ketergantungannya pada obat-obatan terlarang?
***** 

Kisah yang menyentuh dan membuat saya meneteskan air mata!
 Itu kesan pertama saya setelah membaca novel  non fiksi tersebut. Kisah yang begitu menggugah hati untuk menyelami bagaimana sebuah pelajaran kehidupan itu bisa kita ambil dari seekor hewan, tak terkecuali seekor kucing.  Kasih sayang seekor kucing yang mampu menyelamatkan seseorang dari penderitaan hidup dan mengajari bagaimana memandang hidup ini menjadi lebih indah. ^^

“Setiap orang berhak dimaklumi, setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua....”
James Bowen

2 comments:

  1. Mengharukan..... Binatang juga punya rasa cinta & terimakasih, hendaknya kita hormati & sayangi mereka bukannya disiksa seoerti kasus kucing di Sidoarjo....

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com