Wednesday, December 11, 2013

Bocah Lelaki Yang Bermain Dengan Pagi


boy, wallpapers, runs, school, photoshop



Langkahnya bak pemburu
Semenit--
Lalu terseyok,
Berulang kali dipaksa secepat angin,
Pikirannya pun sibuk dengan
rumus hitungan


Mencari......
 adakah sebuah keuntungan
di hari yang tak pagi lagi?

titik keringat sedikit bergelayut
pada dahinya
Kusut sudah seragamnya,

tak habis akalnya,
dipanjat—diloncatinya......
pagar  belakang sekolah

Senyumnya mengembang, jitu sekali ia pikir tindakannya.

Tak sadar penjaga sekolah mengintainya,
Gurupun mencari sosoknya
Memanggil dirinya.

Debatnya kini bertemakan alasan keterlambatannya
Tarik-ulur. Ini itu. Ia cari alasan sebanyak-banyaknya.

 Hasil akhirnya tetap sama
Ia dihukum.

Tawa temannya dikelas terdengar sampai
Ke gendang telinga
Mereka ribut lagi, pikirnya.

Sambil menatap pada langit
Ia coba mengingat-ingat berapa kali
Total keterlambatannya, 

Ia ingat-ingat pelajaran yang sudah di hafalnya
Dan
Ia ingat-ingat wajah ibunya
Yang selalu bilang
“jangan bolos, nak”

Matanya memicing, dikuat-kuat hatinya
Selalu ia jatuh bangun dalam jalan citanya.....






1 comment:

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com