Friday, January 24, 2014

Layla Majnun, Sepenggal Doa Cinta Si Majnun

flower, rainbow, abstract, photoshop,





“Beri aku sebuah kisah
Tentang cinta yang mendera
O kawan, jadilah Laylaku
Karena aku majnun”
( Nizami Ganjavi )

Layla Majnun adalah sebuah kisah cinta terbesar dalam khazanah sastra islam. Kisah cinta yang berakhir dengan tidak bahagia.  Layla yang tidak bisa bersatu  dengan kekasih hatinya, Qays. Dikarenakan keluarga mereka berseteru satu sama lain.

Dan sang pemuda memilih selama hidupnya tidak menikah dan mencintai wanita selain Layla, hingga ajal menjemputnya.  Sangat tragis !!! 

Kisah cinta yang tragis ini pula  menginspirasi Shakespeare menulis cerita "Romeo dan Juliet" dan menginspirasi Rumi menulis "Masnawi dan Diwani Syamsi Tabriz."

Ada sebuah cerita yang pernah saya dengar bagaimana pada suatu hari di rumah Layla diadakan sebuah pesta, semua penduduk desa diundang, kecuali Qays dan keluarganya. Qays pun pergi ke rumah Layla meski ia tidak diundang.

Qays hanya ingin melihat wajah Layla, sang kekasih hati. Orang-orangpun mengantri untuk mengambil makanan, sementara Layla bertugas memberi piring kepada para tamu.
Berdebar-debar hati Qays menanti giliriannya untuk melihat wajah Layla. Tiba giliran Layla memberi piring, dan dilihat yang berdiri di hadapannya adalah Qays, merah padam wajah Layla. Seketika ia menghempaskan piring itu di hadapan Qays hingga hancur berkeping-keping.

Semua orang serta keluarga Layla menertawakan Qays yang malang tersebut. Namun, Qays hanya tersenyum dan mengatakan,

“Lihatlah ....Layla tidak membenciku, ia memecahkan piring itu agar aku bisa mengantri kembali dan melihat wajahnya lebih lama lagi.....”

Berikut ini petikan doa Qays yang mencurahkan segala pedih dan penderitaannya atas cinta yang ditanggungnya :  



“Dimanakah tempat berlindungku jika tidak kepada Engkau?
Venus dan Yupiter adalah abdi-abdi-Mu dan nama-Mu adalah mata air dari semua nama.
Pengetahuan-Mu melampaui segala pengetahuan, dan rahmat-Mu tak terkatakan.
Tiada rantai yang tak dapat Engkau ruaskan.

Engkaulah hakim, raja dari segala makhluk. 
Perbuatan orang-orang besar di dunia adalah perbuatan-Mu dan
 Kau datang untuk membantu mereka yang membutuhkan-Mu dalam penderitaan mereka. 

Kami semua adalah tahanan yang terantai. 

Tiada pertolongan bagi mereka yang tidak Engkau tolong, oh Tuhan....
Tujuh langit dan semua yang dikandungnya berada di bawah kaki-Mu. 
Segala makhluk, besar dan kecil, tinggi dan rendah, patuh kepada isyarat tangan-Mu.
Mata yang melihat-Mu akan padam selama-lamanya di dalam mata-Mu.
 Jiwa dia yang merupakan anjing-Mu tetaplah suci. 

Sengsaralah mereka yang tidak bersama-Mu dan melawan-Mu!
Akulah bumi, yang gelap lagi berat.
Karunia-Mu telah mengubahku menjadi air suci.
Aku ini orang mati bagi diriku sendiri.

Jangan biarkan aku kehilangan jalanku dan binasa.
 Jangan keluarkan aku dari kedermawanan-Mu.
Hanya karunia-Mu yang mampu mengubah gelapku menjadi terang benderang
Dan mengangkatku keluar dari malam hitam nasibku menuju siang-Mu yang abadi.”


                                  ( Dikutip dari “Pengantin Surga”- Nizami Ganjavi )
 

1 comment:

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com