Wednesday, May 20, 2015

Sinopsis Buku "Pesantren Dongeng"





Belajar sambil mendengarkan dongeng menyenangkan sekali rasanya. Selain kita dapat menikmati kisah di dongeng tersebut, kita juga bisa mengambil hikmah pada dongeng yang diceritakan itu.
Mungkin belajar dengan cara seperti ini menjadi sebuah kegiatan yang tak membosankan. Andai semua pelajaran di sekolah bisa  menggunakan metode dongeng, matematika bukan menjadi sosok hantu bagi seorang siswa ( ups...sedikit terkenang masa-masa sekolah dulu ) :D


Belajar agama sambil mendengarkan dongeng???
Tentu bisa juga, pasti luar biasa jika kamu berguru kepada kiai Sholeh dan bertemu murid-muridnya.

Eeeehh..belum kenal Kiai Sholeh ??

Kalau belum kenal, mari kenalan terlebih dahulu dengan sosok Kiai Sholeh.
Kiai Sholeh adalah salah satu tokoh yang terdapat di  buku” Pesantren Dongeng”. Buku yang menurut saya istimewa, jalan cerita yang mengalir begitu saja, dan tak ada kosa kata yang rumit dan buat kepala sakit, he..he......:D


 Buku “Pesantren Dongeng” berkisah tentang tiga orang pemuda : Sarimin, Madrais, dan Pardi yang berguru kepada seorang kiai yang bernama Kiai Sholeh. Kiai sholeh tinggal di Desa Bulusari dan memiliki sebuah mushola kecil di dekat rumahnya. Di mushola inilah Kiai Sholeh mengajarkan ilmu agama kepada mereka.

Jika pada umumnya, orang belajar ilmu agama dengan cara membaca Al-Qur’an, mengkaji hadist, atau membaca kitab kuning maka Kiai Sholeh punya cara istimewa untuk mendidik murid-muridnya. Kiai Sholeh menyampaikan pembelajarannya lewat dongeng. “Pesantren Dongeng”, begitulah murid-muridnya menamakan kegiatan belajar mereka.
 







Dongeng-dongeng yang dituturkan Kiai Sholeh sering ditunggu-tunggu oleh Sarimin, Madrais, dan Pardi. Dongeng yang disampaikan oleh Kiai Sholeh sederhana dan tidak membuat jenuh mereka. Sembari selesai mendongeng, Kiai Sholeh akan menjelaskan makna dari dongeng yang ia sampaikan. 

Salah satu murid kiai sholeh yang menarik perhatian oleh tingkah polahnya yang lugu dan lucu adalah Sarimin. Sarimin punya watak yang tak biasa karena ia bisa membuat suasana pesantren mereka penuh warna oleh sikap serta celetukannya.








Kiai Sholeh kerap kali juga mendapatkan lontaran-lontaran pertanyaan dari ketiga muridnya tentang dongeng yang telah usai diceritakan. Pertanyaan yang terdengar  lugu, kadang menggelitik, dan terkadang membuat mereka merenungi maknanya lebih dalam lagi. 

Suatu saat Sarimin pernah bertanya  kepada Kiai Sholeh apa bunuh diri itu diperbolehkan, lain waktu Sarimin bertanya apa masih ada gunanya berbuat baik di dunia ini sementara dunia dipenuhi dengan orang-orang yang berbuat kejahatan. Dengan sabar sang kiai akan menjawab pertanyaan demi pertanyaan. 





 Dongeng dari Kiai Sholeh juga menjadi sebuah jawaban atas permasalahan yang sedang dihadapi oleh sang murid. Seperti yang dialami oleh Madrais, ia merasa dunia tak adil kepada dirinya. Mengapa ada orang –orang yang tinggal di rumah mewah sementara ia tinggal di rumah sederhana. 

Serta Pardi yang mengadu kepada Kiai Sholeh oleh permintaan kakak perempuannya yang minta wirid agar anak kakaknya tidak lagi mendapat angka merah di raport. Kiai sholeh begitu mengerti akan perasaan murid-muridnya.






Sekali lagi, dongeng dari Kiai Sholeh mengantarkan ketiga murid-muridnya untuk menemukan setitik cahaya dihutan lebat permasalahan – permasalahan yang hadir di dunia mereka, menumbuhkan semangat mereka untuk tetap bersikap sabar dan kuat  menghadapi tiap ujian kehidupan yang datang. Oh, jangan lupa dongeng Kiai Sholeh juga bisa mengundang senyum dan tawa bagi tiap pembacanya. ^_^






“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang..”
( Pesantren Dongeng-halaman 43 )

 “........jangan hanya menuntut orang lain agar berubah sesuai dengan keinginan kita, tetapi kitalah yang harus berubah.”
( Pesantren Dongeng-halaman 170 )


“kualitas seseorang bisa dilihat dari apa yang diberikan kepada orang lain...”
( Pesantren Dongeng-halaman 64 )

“.......Dan berbuat baiklah ( kepada orang lain ) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di ( muka ) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
( Al-Qashash : 77 )


Yups....semoga sinopsis yang saya tulis ini bisa memberi manfaat bagi teman-teman semua. Aminn...

Detail Buku :
Judul Buku                : Pesantren Dongeng
Pengarang                : Awang Surya
Penerbit                    : Zaman
Jumlah Halaman        : 224
ISBN                        : 978-979-024-270-8

Sampai jumpa di postingan berikutnya
Have a nice day for all  ^_^




1 comment:

  1. maaf karena jarang meninggalkan jejak......biasanya cuma buka sama baca aja...hehe
    klo saya nulis buku, nanti tolong di resensi ya...ceri chan

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com