Monday, May 4, 2015

Sinopsis Novel Lee Raven Si Pencopet Cilik





Apa yang terjadi andai sebuah buku bisa berbicara padamu?
Benar-benar mengajakmu berbicara layaknya seorang teman?

Dua hal diatas tampaknya bisa mewakili sebuah novel yang akan saya bicarakan kepada teman-teman semuanya. Novel yang berjudul “Lee Raven Boy Thief” atau “Lee Raven Pencopet Cilik” berkisah tentang seorang anak laki-laki yang bernama Lee Raven. Di keluarga Lee Raven menjadi pencopet adalah sebuah profesi turun-temurun bagi anak laki-laki di keluarga ini. Lee Raven telah menjadi pencopet meski ia baru berusia belasan tahun.

Lee  pun seperti biasa menjalankan aksi mencopetnya di jalan-jalan sekitar  kota. Ia segera memulai aksi mencopetnya. Targetnya adalah sebuah dompet yang berada di dalam tas seorang wanita.  Lee berhasil mengambil dompet tersebut, akan tetapi ia telah salah memilih korbannya. 

Romana Asteriosy, si pemilik dompet yang dicopet oleh Lee adalah  seorang wanita  berkebangsaan Rusia terkaya di London. Tindakan Lee Raven segera mengundang perhatian khalayak ramai di kota tersebut. Lee diberitakan di koran-koran atas aksinya. Didorong oleh rasa ketakutan akan dirinya  dikejar-kejar oleh polisi  serta tak ingin tertangkap, membawa dirinya sampai di sebuah rumah yang tak ia kenali.

Mr.Edward Maggs, sang pemilik rumah juga penjual buku antik di kota London menyangka Lee yang sedang berdiri di pintu depan rumahnya adalah seorang anak pengantar surat dan mempersilahkan bocah tersebut masuk ke dalam ruang perpustakaan pribadinya. 



Di ruang perpustakaan inilah tanpa sengaja, Lee menemukan brankas penyimpanan yang ternyata berisi buku Beno ( buku dongeng untuk anak-anak ). Beano tersebut sangat menarik perhatian Lee, terutama pengalamannya di waktu kecil. Ibunya selalu membacakan Beano sebelum ia dan saudara-saudaranya tertidur.  

Mengingat bahwa cepat / lambat Mr.Edward akan mencurigai dirinya, Lee segera kabur dari rumah Mr.Edward dan tanpa  sengaja dompet yang ia bawa tertukar dengan buku Beano tersebut. Di tempat persembunyiannya Lee menyadari keteledorannya, namun ia tak bisa kembali lagi ke rumah Mr.Edward Maggs.

Di sisi lain, Mr.Edward Maggs sangat panik mengetahui bahwa brankas penyimpanannya telah terbuka dan buku di dalamnya telah menghilang.  Buku tersebut telah dititipkan oleh Mr.de Saloman kepada Mr.Maggs untuk dijaga agar tak jatuh ke tangan orang yang salah. Buku tersebut akan membawa kutukan bagi siapapun yang ingin memilikinya. Konon, pemilik buku sebelumnya telah meregang nyawa akibat kutukan buku tersebut.

Sembari menyesali nasibnya yang sial, Lee terus bersembunyi tanpa tahu buku yang ia bawa adalah sebuah buku berbahaya, dan menjadi incaran siapa saja. Buku yang tiap kali dibuka lembaran awalnya akan memiliki cerita yang berbeda. Dan telah berkali-kali berubah menjadi buku yang berbeda pula. Terakhir kali ia menjadi buku Beano di tangan Lee Raven.

Puncaknya, buku Beno tersebut berbicara layaknya seorang teman kepada Lee yang tak bisa membacanya. Sebuah buku yang ajaib bagi Lee. Bahaya juga tengah mengintai Lee dan buku tersebut, bukan hanya Romana Asteriosyi dan para polisi memburunya,kini Mr.Magg pun ikut mencari keberadaan Lee.

Kematian Mr.de Saloman yang belum diketahui siapa pembunuhnya, lalu muncul wanita bernama Nigella Lurch yang menginginkan buku tersebut.  Bisakah Lee Raven lolos dari orang-orang yang mengejarnya, lalu apakah hubungan Romana Asteriosyi dan Nigella Lurch, penulis wanita yang menginginkan buku itu.  

"Dewa yang menghembuskan nafas kehidupan pada Adam juga menghembuskan nafas kehidupan padaku! Dewa yang menciptakan tulisan, menciptakan itu pada lembaran-lembaranku, aku bisa melakukan banyak hal...."
   ( Lee Raven Boy Thief – halaman 98 )

“...........................ia menatapku dengan mendesak, seolah berusaha menemukan seraut wajah yang bisa dibaca dan diajak berkomunikasi, seraut wajah yang memiliki kehangatan dan ekspresi, dan sepasang mata yang mengungkapkan pikiran-pikiran, mulut yang menyunggingkan seulas senyum, dan hidung yang bisa mengerut, pipi yang bisa mengerut karena tawa.....bagi manusia, komunikasi dengan kata-kata saja tidak cukup.”
( Lee Raven Boy Thief – halaman 100 )

"Bagaimanapun aku adalah buku, aku berkomunikasi melalui halamanku--bahkan ketika aku sangat menyukai pembacaku, dan memang ada beberapa pembaca yang sangat kusukai, pembaca yang menemukan rahasia-rahasia dan kembali padaku berulang kali."
  ( Lee Raven Boy Thief – halaman 131 )

Sebagai seorang pembaca yang awam, saya kecewa novel ini tampak tidak mencuri perhatian bagi penikmat buku. Sangat sayang jika sampai saya melewatkan untuk  tidak menuliskan sebuah sinopsis dari novel tersebut. akhirnya saya menulis sinopsis novel ini. ^_^

Satu lagi, ketika membaca novel ini saya tiba-tiba teringat akan sebuah kitab yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, yang bernama “Lauh Mahfuz” sang kitab ketentuan, yang di dalamnya berisi tentang takdir dari segala sesuatu yang ada di dunia ini.

"Sesungguhnya Kami menghadapkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz )."
( Yaasin 36:12 ) 




Rincian buku :
Judul buku                  : Lee Raven Boy Thief / Lee Raven Pencopet Cilik
Pengarang                   : Zizou Corder
Penerbit                       : PT.Gramedia Pustaka Utama
Tahun                          : 2011
Halaman                      : 296 halaman
ISBN                           : 978-979-22-6908-6  


1 comment:

  1. Nice publication. Have a nice weekend dear Anisa :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com