Tuesday, June 9, 2015

Sinopsis Novel "The Incorrigble of Children of Ashton Place, The Mysterious Howling"






Jika ada kisah seorang bayi  yang dipelihara monyet kita kenal dengan nama Tarzan, lalu juga ada bocah laki-laki bernama  “Mogwli”  yang  diasuh oleh kelompok serigala,  maka tentu  kisah sebuah keluarga yang memelihara  anak-anak “incorrigible” atau anak yang tak bisa diperbaiki karena mereka mempunyai kelakuan mirip serigala juga ada kisahnya.


Kisah tersebut bisa kita temukan di buku The Incorrigble of Children of Ashton Place, The Mysterious Howling, atau terjemahannya Anak-Anak yang Tidak Bisa diperbaiki Dari Tempat Ashton, Lolongan Misterius. Sudah lama saya telah selesai membaca buku ini, dan akhirnya sekarang saya dapat menuliskan  sinopsisnya. Senangnya ^_^



The Incorrigble Of Children Of Ashton Place, The Mysterious Howling ceritanya berawal dari seorang gadis belia yang baru berusia lima belas tahun dan baru saja lulus dari sekolah akademi keputriannya di Swanburne. Gadis itu bernama Penelope Lumley, gadis cerdas dan pemberani.  Penelope sedang membutuhkan sebuah pekerjaan yang cocok dengan kemampuan yang ia miliki. Atas saran dari Miss Mortimer, guru di tempatnya bersekolah tersebut  ia berangkat ke kediaman  Keluarga Ashton dengan melamar sebagai seorang pengajar.



Berdasarkan iklan lowongan pekerjaan yang dipasang di surat kabar tersebut, Keluarga Ashton membutuhkan seorang pengajar energik untuk tiga orang anak bersemangat, dan lebih diutamakan berpengalaman dengan binatang. 

Kediaman Keluarga Ashton sangat megah juga tenang, karena  terletak jauh dari perkotaan.   Lady Constance telah diberitahu akan kedatangan Penelope. Tanpa banyak basa-basi, sang lady melakukan  serangkaian wawancara pada Penelope. Akhirnya ia pun diterima sebagai seorang pengajar di kediaman Keluarga Ashton.  Keluarga Ashton hanya terdiri dari Lady Constance dan suaminya, Lord Fredrick Ashton, sisanya para pembantu. 



Menyangka bahwa tiga orang anak yang akan menjadi muridnya adalah anak-anak dari sang nyonya rumah, Penelope sangat senang karena ia juga menyukai anak-anak. Ia membayangkan bagaimana nanti suasana yang menyenangkan akan tercipta di kelasnya.

Ketika ia sedang menata barang-barang yang ia bawa di kamar yang telah disediakan di rumah tersebut, tanpa sengaja ia mendengar lolongan anjing—beberapa ekor anak anjing—terdengar sepertinya mereka kesakitan.

Tergerak oleh rasa penasaran dari mana sumber suara itu, membawa Penelope sampai ke sebuah gudang kayu dengan Mrs.Clarke, pelayan di rumah Keluarga Ashton yang tengah berada di depan gudang tersebut. Wajahnya panik dan ia menghalangi Penelope agar jangan masuk ke dalam gudang. Menyangka bahwa di dalam gudang itu ada beberapa ekor anak anjing yang terluka juga rasa sayangnya kepada hewan  membuat Penelope nekat masuk  kedalamnya.

Bukan tiga ekor anak anjing yang ada dihadapannya melainkan tiga orang anak manusia. Lebih tepatnya dua orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan menatapnya dengan rasa ketakutan. Mereka bertingkah layaknya seekor anak serigala, tanpa bisa mengeluarkan sepotong kalimat bahasa manusia.



Rasa terkejut penelope berganti oleh rasa iba pada anak-anak itu. Siapa yang menyangka bahwa tiga orang anak yang akan menjadi muridnya bukan sekedar anak-anak biasa melainkan “anak-anak ajaib.”
Lalu bagaimana suka duka Penelope mengurus dan mengajari anak-anak incorigble ini? :D
..............................................................................................................................................

Sewaktu saya membaca buku ini, ada beberapa kalimat didalamnya yang berisi lelucon yang mungkin bagi beberapa orang tidak terlalu begitu menghibur, namun bagi saya menghibur dan sesekali membuat saya mengulum senyum.

Saya menikmati bagaimana tokoh Penelope yang begitu cerdik menangani tiap masalah yang dihadapinya dengan cara berimajinasi  sebagai tokoh-tokoh di buku-buku cerita yang telah dibacanya. Dia menikmati tiap masalah yang datang padanya tanpa harus merasa terlalu terbebani.mungkin kita juga bisa belajar dari nona Penelope Lumley bukan? ^_^

“Semua buku dinilai dari sampulnya sampai mereka dibaca”
( The Incorrigble of Children of Ashton Place, The Mysterious Howling – halaman 14 )

“Tak ada hal yang bagus yang pernah dipelajari dari menguping, jadi pikirkan saja urusanmu dan biarkan orang lain memikirkan urusannya sendiri.”
( The Incorrigble of Children of Ashton Place, The Mysterious Howling - Halaman 95 )

Kadang-kadang tindakan yang paling bijaksana adalah dengan hanya menunggu dan melihat apa yang terjadi selanjutnya.
( The Incorrigble of Children of Ashton Place, The Mysterious Howling - Halaman 288 )




Detail Buku
Judul : The Incorrigble of Children of Ashton Place, The Mysterious Howling
Pengarang : Maryrose Wood
Penerbit: Ufuk Fiction, Cet.1
Tahun : 2012
Jumlah Halaman :294 Halaman
ISBN : 978-602-9346-40-4





No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com