Friday, October 23, 2015

Sinopsis Novel Wilma Tenderfoot dan Kasus Jantung yang Beku






Kesan pertama sewaktu saya akan membaca buku ini adalah sebuah buku bergenre detektif yang dikemas untuk anak-anak lengkap dengan ilustrasinya yang manis. Jadi, membayangkan tokoh utamanya seorang anak perempuan yang  akan mengalami bahaya hingga mengancam nyawanya tidak terlintas di dalam pikiran saya.
Sewaktu mulai membaca, saya mendapati cerita ini lebih dari sekedar cerita anak-anak. Saya tidak akan menemui tokoh di dalam cerita yang hidup penuh kebahagiaan, atau sang tokoh utamanya melewati hari-hari dengan keceriaan. Tidak sama sekali.

Jalan cerita benar-benar menarik dan banyak hal-hal yang tak terduga  terjadi terjalin di lembar ceritanya. Dilengkapi ilustrasi yang manis serta sebuah peta sebuah pulau di halaman awal, agar para pembaca bisa benar-benar merasakan petualangan dalam membaca. Dengan cara penceritaan unik, karena sering kali pada setiap akhir bab, sang pengarang mengajak para pembaca  mengutarakan perasaannya atas cerita yang ia tuturkan.
Sungguh menarik bukan! Dan satu lagi ending yang penuh kejutan telah menanti para pembaca. Saya benar-benar tertipu atas tebakan di akhir cerita ini....he..he...^_^  



“Wilma Tenderfoot dan Kasus Jantung yang Beku” bercerita tentang seorang anak perempuan yang berusia delapan tahun yatim piatu yang tinggal di sebuah panti asuhan di kota Lowside. Wilma Tenderfoot begitu namanya. Meski ia sering kali membuat beberapa kekacauan di panti akibat permainan detektifnya  guna memecahkah masalah-masalah yang terjadi disekitarnya. Meski hasil permainan itu selalu berakhir gagal, ia tetap bertekad menjadi seorang detektif yang terkenal suatu hari nanti seperti detektif pujaannya Theodore P.Goodman.

Theodore P.Goodman, detektif terkenal yang telah menangani banyak kasus dan selalu berhasil. Wajahnya dimuat di surat-surat kabar kota. Wilma tenderfoot pun tak ketinggalan akan berita sang idolanya  dan mengkliping cerita  tiap aksi detektif itu memecahkan masalah di suatu kasus.

Sudah menjadi peraturan di panti asuhan tersebut, tiap anak akan dikirim keluar dan bekerja pada seorang majikan dalam jangka waktu tertentu. Peraturan ini ditujukan agar anak-anak panti mendapat pengalaman dalam hal bekerja. Wilma sangat bersemangat, ketika tiba gilirannya. Ia tidak gentar dan ketakutan  seperti anak-anak panti lainnya.  Wilma telah menantikan ia akan keluar dari panti. Melihat bagaimana pemandangan diluar sana sekaligus mengembangkan bakatnya sebagai detektif. 

Wilma dikirim ke sebuah kota bernama Farside. Di kota ini, Wilma tinggal bersama majikannya yang bernama Mrs. Waldock. Dimulailah hari-hari Wilma yang penuh dengan pekerjaan-pekerjaan rumah yang harus ia kerjakan. Mrs. Waldock bukanlah seorang majikan yang ramah dalam memperlakukan Wilma, tapi ia juga bukan seorang yang majikan kejam. Di rumah Mrs.Waldock Wilma menemukan seorang “teman” seekor anjing dekil yang selalu setia menemani Wilma kemanapun ia pergi. Pickle, nama sang anjing itu.

Hingga suatu hari, Wilma menyadari bahwa detektif pujaannya Theodore P.Goodman tinggal tak jauh dari kediaman Mrs.Waldock. Betapa senangnya ia menyadari bahwa ia bisa bertemu dengan detektif terkenal itu. Pertemuan Wilma dan Theodore P.Goodman begitu tiba-tiba, sehingga Theodore agak sedikit terganggu oleh tamu tak diundang ini. Wilma sangat ingin menjadi anak didik Theodore, namun Theodore tak ingin mempunyai anak didik. 



Di tempat lain, seorang pria bernama Alan Katzin dan bibinya telah terbunuh. Kedua orang tersebut ditemukan dengan jantung yang membeku. Belum diketahui siapa orang yang telah membunuh mereka. Terbunuhnya Alan Katzin bertepatan dengan hilangnya sebuah permata yang ditemukannya. Rencananya, permata tersebut akan disumbangkan kepada pihak museum daerah. Theodore P.Goodman diminta untuk menangani kasus yang aneh ini. Belum diketemukan alat bukti pembunuhan tersebut membuat kasus ini bertambah rumit. 

Wilma yang tak pernah menyerah untuk menjadi anak didik Theodore P.Goodman selalu membuntuti diam-diam bahkan secara terang-terangan kemana saja langkah Theodore. Thedore yang harus bekerja keras untuk menuntaskan kasus pembunuhan itu dibuat repot dengan kehadiran Wilma. Namun, di sisi lain Theodore malah tertolong berkat petunjuk-petunjuk kecil yang Wilma temukan untuk mengarah ke pelaku pembunuhan Alan Katzin dan bibinya. 

Semakin mereka mendapati petunjuk-petunjuk yang lain, bahaya pun semakin mengintai Theodore dan Wilma. Bayang-bayang pembunuh mulai menghampiri Wilma dengan terbunuhnya sang majikan, Mrs.Waldock. Lantas, apa hubungan Mrs.Waldock dengan pembunh tersebut?

“Ketamakan. Sunggguh dapat mengubah lelaki terhebat sekali pun.”
                          ( Wilma Tenderfoot dan Kasus Jantung yang Beku-halaman 275 )



Detail Buku
Judul Buku : Wilma Tenderfoot dan Kasus Jantung yang Beku
 Pengarang : Emma Kennedy
Jumlah halaman : 301 halaman
Tahun : 2010
Penerbit : Matahati





1 comment:

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com