Tuesday, February 23, 2016

Sinopsis Novel “The Man from Archangel and Other Tales of Adventure”










......................”Namun, walaupun aku adalah suatu benda yang menyedihkan,
 terkadang aku masih dapat merasakan sedikit kebahagiaan pada tingkatan tertentu, dan aku bahkan terkadang –simpan saja komentarmu!—menyombongkan diri dengan merasa bahwa diriku ini sangat penting.”
( Maister M’Vittie dari “ The Man from Archangel” )


Hai.........hai.......bertemu lagi dan saatnya kembali menulis sinopsis ^_^
Terakhir kali saya mempostingkan dua buah cerita dongeng klasik dari C.H. Andersen. Kali ini saya akan berbagi cerita tentang novel yang baru saya beli. He..he...sekalian menambah koleksi buku di lemari saya, plus menambah  jumlah buku dari pengarang  favorite saya. ^_^ 

Jika Sir Arthur Conan Doyle telah terbiasa menyapa para pembacanya dengan kisah-kisah petualangan sang detektif, maka saya sempat bertanya-tanya akan seperti apakah andai  beliau menuliskan kisah cinta?
Terjawab sudah  rasa penasaran  ketika saya membaca buku ini. Lewat buku berjudul “The Man from Archangel and Other Tales of Adventure” kita akan menemukan kisah-kisah tak biasa, luar biasa, dan juga jenaka. Buku yang berisi kumpulan  cerita pendek ini mengangkat berbagai tema, mulai dari ahli bedah sampai juga cinta. Di tangan sang author  “Sherlock Holmes” ini kisah-kisah cinta yang terjadi pada tokoh-tokoh utama di dalamnya menorehkan kesan begitu mendalam hingga di hati pembaca. 

“The Man from Archangel” atau “Lelaki dari Archangel” merupakan salah satu judul dari 15 cerita pendek yang menjadi judul utama dari buku ini. Kisah dibuka dengan pemaparan dari sang tokoh utama di dalam cerita yang biasanya dipanggil dengan nama “Maister M’Vittie” oleh pelayannya.  Bagaimana kehidupannya sebelum dan setelah ia mendapatkan warisan dari pamannya yang kaya raya. Warisan tersebut berupa sebuah rumah dan tanah suram di pesisir Caithness. Rumah yang tepat dengan kepribadiannya yang pendiam, tak acuh, dan tak ingin ikut campur urusan orang lain. Rumah yang begitu besar hanya ada seorang pemuda berusia dua puluh lima tahun. Sepanjang waktu hanya menyibukkan dirinya di laboratorium dan membaca buku-buku. Atau berjalan-jalan santai di tepi pantai, berbaring dibawah pohon sambil merenung. Keheningan dan ketenangan seperti keinginannya selama ini.

Ketenangan itu terusik pada tengah malam dengan hujan disertai badai. Nyenyak tidurnya harus terganggu dengan suara ketukan pintu di luar kamarnya. Sang pelayan tua memanggil-manggil namanya, memberitahu bahwa ada sebuah kapal karam tak jauh dari rumah ini.  Berharap sang tuan akan menolong mereka yang akan segera tenggelam. Bukan rasa peduli yang didapatkan sang pelayan dari tuannya, melainkan kata-kata makian. -_-

Saya pribadi sempat kesal dan benci dengan tokoh utama ini. Sang author membuat Maister M’Vittie sebagai sosok yang begitu egois, pemarah dengan mulutnya yang begitu tajam, ditambah dengan sikapnya yang begitu keterlaluan rasa tak pedulinya. 0_0 Rasanya tidak pantas orang ini jadi tokoh utamanya -_-

Oke, kita lanjut kembali ceritanya he..he...^_^

Maister M’Vittie pun melanjutkan kembali tidurnya. Namun, karena rasa penasaran akan perkataan pelayannya, membuat ia tak bisa tidur nyenyak lagi dan segera bersiap-siap pergi ke tempat kapal tersebut. Dengan menyusuri pesisir pantai, akhirnya ia menemukan kapal yang akan segera karam itu. Hanya berjarak beberapa meter di tengah cuaca yang begitu buruk samar-samar ia melihat bagaimana kapal besar dan para awaknya itu mulai tenggelam perlahan-lahan.

 Namun, yang menjadi perhatiannya adalah sesosok perempuan yang sedang ditopang oleh seorang laki-laki diatas kapal tersebut. Seperti sepasang kekasih. Tampak sang lelaki berusaha melindunginya. Alih-alih merasa senang, sang wanita seakan tak suka dengan perlakuan lelaki itu. Cuaca masih mengamuk, sang lelaki berbicara dengan lemah-lembut kepada sang wanita lalu mengecup lembut di dahinya. Gelombang laut tanpa berbelas kasihan menghempaskan mereka berdua. Jatuh......jatuh..........makin jatuh ke dalam air laut.

Entah apa yang menggerakkan sang tuan tanah itu segera melompat ke perahu kecilnya dan mendayung mendekati kapal tenggelam itu. Hingga cukup dekat dengan tempat kapal itu, ia mulai mencari-cari sosok wanita yang dilihatnya tadi. Sesosok wanita bergaun putih mengambang di sisi perahunya. Ia pun menarik wanita itu ke atas dan mendayung perahunya ke bibir pantai.

Ia membawa sang wanita ke rumah dan pelayan tuanya  telah berdiri menunggu sang tuan di depan pintu, sambil memuji-muji atas tindakan tuannya. Maister M’Vittie bukan tipe lelaki yang begitu mudah jatuh cinta  kepada seorang wanita, dia adalah tipe “tak acuh” meski tak bisa memungkiri kecantikan gadis itu.

Gadis  cantik dengan bahasa yang tidak ia mengerti. Gadis itu menuliskan sesuatu di kertas yang ternyata adalah sebuah nama. Nama dirinya “Sophie Ramusine.”  Perkiraan sang tuan, gadis itu berasal dari Rusia. Sang gadis akhirnya menumpang sementara waktu di rumahnya, meski baginya gadis itu adalah sebuah gangguan. Dan akan lebih menjadi gangguan lagi jika ia memberi tahu kepada kepala desa tentang gadis itu lalu warga desa mulai bergosip tentang dirinya. Ia memutuskan untuk merahasiakan tentang gadis itu pada warga desa.

Masalah mulai datang menghampirinya, ketika seorang lelaki tampan tak sengaja masuk ke wilayahnya. Ia dan lelaki itu tanpa sengaja bertemu ketika ia tengah asyik berjalan-jalan. Lelaki itu memperkenalkan dirinya bernama Alexis Ourganeff dari Archangel.  Maister M’Vittie ingat, bahwa ia adalah lelaki yang ada di kapal  bersama dengan Sophie. Ia pun menceritakan wanita itu yang berhasil ia selamatkan. 

Betapa terkejutnya Maister M’Vittie melihat tingkah Ourganeff setelah mendengar apa yang baru saja ia katakan. Pemuda itu langsung berlari begitu cepat ke arah rumahnya, ia pun mengejar sang pemuda itu dari belakang. Terdengar suara gadis itu melengking, ia melihat sang lelaki itu sedang memohon kepada sophie. Sophie terlihat ketakutan sambil memasang wajah benci ke arah Ourganeff.

Keributan yang terjadi itu membuat M’Vittie murka terhadap lelaki asing itu. Ia meminta kepada Ourganeff untuk segera pergi. Tapi sayangnya, Ourganeff tak akan pergi tanpa membawa Sophie. Kekerasan sikap sang tuan rumah membuat Ourganeff mengalah. Akan tetapi ia tak akan menyerah. Gadis itu adalah istrinya. Gadis itu adalah miliknya. Gadis yang membawa kutukan. Gadis yang untuk mendapatkannya, ia telah melewati banyak bahaya di dalam hidupnya.

Maister M’Vittie tak peduli apa yang terjadi kepada sepasang kekasih ini. Hanya ia tak akan memberikan gadis itu kepada Ourganeff, jika gadis itu tak mengginginkan demikan. Hari-hari berlalu, rasa tak acuh sang tuan rumah harus diuji dengan kehadiran gadis itu di dekatnya, yang sedikit demi sedikit ia terbiasa dengan kehadiran Sophie di dekatnya.

Di satu sisi, Ourganeff  menunggu M’Vittie untuk membawa gadis itu kepadanya dengan cara baik atau batas kesabarannya  akan membuatnya mengambil sebuah tindakan. Menghilangkan  nyawa seseorang  demi membawa sophie kembali. Mungkinkah? 

Siapa Sophie Ramusine sebenarnya?
Apakah yang terjadi antara Sophie dan Master M’Vittie?
dan  bagaimana nasib lelaki dari Archangel  yang sedang menanti jawaban itu?

.......................”Apakah mungkin karena aku mencintai gadis Muskovit itu? Tidak-seribu kali tidak. Aku bukanlah orang yang, demi kulit putih atau mata biru, akan mengingkari kehidupanku sendiri, dan mengubah keseluruhan arah pemikiran dan keberadaanku. Hatiku tidak tersentuh. Tapi harga diriku--ah, disitulah aku betul-betul merasa dilukai dengan kejam.”
(The Man from Archangel - halaman 110 )

“......................bahwa aku akan memelajari kenyataan mengenai diriku yang hanya manusia biasa, dan bahwa adalah sesuatu yang buruk untuk berusaha memutuskan ikatan yang mengikat kita dengan sesama manusia.”
( Ahli Bedah dari Gaster Fell-halaman 18)

Akhir cerita yang tak terduga akan menanti para pembaca. ^_^ Hmm..saya yang awalnya membenci tokoh utama di dalam cerita ini berbalik menjadi simpati serta memahami atas sikapnya. Cerita yang lain juga tak kalah seru, haru, dan mengaduk-aduk emosi pembaca. Seorang ahli fisiologi yang patah hati, seorang wanita yang berhasil menaklukan kesombongan sang dokter, atau seorang anak yang menanti sebuah kebenaran dari sang ayah. 

Semoga posting dari saya bisa bermanfaat bagi teman-teman semua, atau bisa menjadi dorongan teman-teman untuk ke toko buku dan segera mencari tahu lebih lanjut tentang buku ini. Semoga di lain hari saya bisa menambah koleksi dari author kesayangan saya ini :D
Have a nice day for all.....aamiin ^_^

Detail buku
Judul Buku : The Man from Archangel and Other Tales of Adventure
 Pengarang : Sir Arthur Conan Doyle
Jumlah halaman : 335 halaman
Tahun : 2012
Penerbit : Bukune

1 comment:

  1. baguuuuuuuussss,..buku baru ke ?? komik kak dah slsai,cover gmbar ny keliatan ambil di olx :D

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com