Friday, April 15, 2016

Sinopsis Novel "The Runaway Jury" John Grisham





Hallo semuanya! ^_^
 Kembali lagi saya mengisi blog yang sudah saya tinggalkan beberapa minggu -_-
Seperti biasa saya banyak menghabiskan waktu dengan membaca, menonton, menggambar, dan juga tak lupa beribadah, he..he...meski ketiga kegiatan tersebut kecuali menonton harus diperbaiki lagi kualitasnya. :D
Karena sekarang saya baru saja selesai membaca sebuah novel, saya akhirnya bisa membagikan sinopsis dari novel tersebut disini. Senangnya ^_^


Sempat bertanya-tanya pada diri sendiri sejak kapan saya tertarik dengan novel berlatar belakang hukum? Hmm...ini akibat dari saya terlalu banyak membaca novel karangan Sir Arthur Conan Doyle. Entah mengapa sosok detektif ciptaannya begitu melekat di pikiran saya dan tidak mau pergi. Pengaruhnya begitu kuat. Dengan kata lain, saya lebih memilih novel bergenre detektif tak terkecuali hukum daripada novel percintaan. Sherlock Holmes effect singkatnya :D

Novel yang akan kita bahas kali ini adalah The Runaway Jury / Juri Pilihan karya John Grisham. Sebelumnya, saya telah membaca karya author ini lewat bukunya Theodore Boone, yang mengisahkan tentang seorang anak remaja laki-laki yang menyukai segala hal tentang hukum dan bercita-cita untuk menjadi seorang pengacara handal. Setelah membaca karya beliau, saya makin tertarik untuk membaca karya-karyanya yang lain. Pilihan buku yang saya beli jatuh kepada The Runaway Jury. Tentu saja, setelah saya mencari resensi novel ini terlebih dahulu di internet. ( sudah kebiasaan saya seperti ini, mencari resensinya sebelum membeli ) :D



The Runaway Jury / Juri Pilihan bercerita tentang sebuah sidang yang terjadi di sebuah kota yang bernama Biloxi, Mississippi antara sebuah perusahaan rokok yang sedang digugat oleh korban yang bernama Jacob Wood. Mrs.Jacob Wood menuntut ganti rugi atas kematian suaminya, Mr.Jacob Wood yang meninggal karena penyakit kanker paru-paru. Penyebab mengapa Mr.Jacob Wood sampai mengidap penyakit itu tak lepas dari kebiasaannya merokok sejak remaja hingga akhir hayatnya. Kasus ini pun dibawa ke pengadilan dengan tergugat dari perusahaan rokok.

Maka, dimulailah persiapan-persiapan untuk melangsungkan persidangan tersebut. Dari pihak penggugat, Mrs.Jacob Wood diwakili oleh Wendal Rohr, seorang pengacara yang memiliki kantor hukum, mapan, dan diam-diam telah lama berambisi untuk memenangkan persidangan ini—seperti telah diketahui bahwa perusahaan rokok sudah delapan kali memenangkan persidangan dengan gugatan yang sama.

Rohr pun menyiapkan rencana-rencana yang telah disusunnya bersama rekan-rekannya. Menyiapkan segala berkas-berkas, mencari saksi ahli yang berkualitas, serta bukti-bukti yang mendukung. Di pihak tergugat, perusahaan rokok diwakili oleh partner sekaligus pengacara mereka yang bernama Durwood Cable. Durwood Cable telah menghabiskan sebagian besar dari 30 tahun terakhir berhadapan dan berbicara dengan dewan juri.
Dua kubu ini pun saling menyiapkan amunisi-amunisi yang akan dikeluarkan di persidangan nanti. Masing-masing mencari kelemahan di pihak lawan.

Bagian terpenting sebelum sidang digelar, pihak pengadilan akan mencari calon-calon juri untuk persidangan tersebut. Juri didalam sebuah persidangan berpengaruh dalam mengambil keputusan. Juri mempunyai andil besar untuk memenangkan pihak tergugat maupun penggugat. Pihak pengadilan pun mulai menyeleksi calon-calon juri yang akan diletakkan di persidangan kelak. Juri yang dibutuhkan di sebuah persidangan haruslah sebanyak 12 orang dengan 3 orang di bangku cadangan. Calon-calon juri akan menjalani penyeleksian ketat, baik dari pihak pengadilan, pihak tergugat, maupun pihak penggugat. Setelah memiliki juri yang lengkap dengan berbagai latar belakang yang jelas sidang pun dimulai.


Persidangan antara Jacob Wood dan perusahaan rokok akan memakan waktu selama 4 minggu. Sidang tersebut dipimpin oleh hakim Harkin. Persidangan dibuka dengan Rohr yang menjelaskan kasus kliennya. Dengan percaya diri Rohr tampil dan berusaha mendapatkan kepercayaan serta simpati dari para juri. Pihak tergugat pun tak mau kalah dengan menghadirkan saksi-saksi yang meyakinkan juri bahwa pihak mereka tidak bersalah.
Rohr begitu optimis untuk menang, dengan mempertimbangkan ia tengah bertarung di kandang sendiri.

Jika Cable bertarung membela perusahaan rokok di dalam persidangan, maka Rankin Fitch akan melakukan cara-cara kotor untuk membantu kemenangan bagi perusahaan rokok. Fitch orang kepercayaan perusahaan tersebut, dan berhasil delapan kali menjegal langkah-langkah mereka yang ingin menggugat perusahaan rokok. Dan bukan rahasia lagi, jika tujuan utama untuk mengalahkan perusahaan rokok di persidangan akan menjadi langkah pembuka bagi perusahaan-perusahaan lain untuk dituntut oleh konsumennya dengan dalih kesalahan produk mereka. 

Orang-orang suruhan fitch mencari tahu latar belakang juri-juri tersebut. Mengumpulkan  foto-foto mereka, mencari tahu tentang kehidupan mereka, teman-teman mereka, atau jika beruntung menemukan rahasia mereka.

Fitch adalah seorang lelaki yang cerdas, licik, dan perencana yang hebat. Orang yang selama ini berada dibalik kemenangan perusahaan rokok dalam sidang-sidang di ruang pengadilan. Didanai oleh finansial yang berkecukupan, uang tak jadi masalah bagi Fitch.
Nama Nicholas Easter mengundang banyak kecurigaan dari pihak Rohr maupun Fitch. Pemuda yang ditunjuk sebagai anggota juri di persidangan ini memunculkan banyak tanya dalam diri Fitch. Mengingat  latar belakang Easter yang tak jelas seperti anggota juri lainnya.

Persidangan terus berjalan dengan lancar, selancar Fitch yang mulai menebar perangkap-perangkap pada anggota-anggota juri agar mereka bisa berada di pihak perusahaan rokok. Menyuap, mengancam, mendiskriminasi akan dilakukan Fitch terhadap anggota-anggota juri. Semua rencana Fitch yang awalnya baik-baik saja harus berantakan ketika terjadi sesuatu di ruang sidang. Salah satu anggota juri meminta untuk mengundurkan diri karena mendapat ancaman dari seseorang yang tak ia kenal. Persidangan pun gaduh, dan masing-masing pihak melempar tudingan atas kejadian tersebut.



Fitch memang merencanakan hal tersebut, tetapi ia belum melaksanakan. Rohr dan Cable berseteru membela pihak mereka. Telepon misterius dari seorang wanita yang menyebut dirinya Marlee menjadi titik dimana kecurigaan Fitch terhadap Nicholas Easter semakin besar.
Nama Easter disebut berkali-kali oleh Marlee sebagai orang dibalik kejadian-kejadian tak biasa di ruang sidang. Fitch segera menyelidiki kembali latar belakang Easter, tentu saja Marlee menjadi target penyelidikan juga. Hingga terungkaplah fakta  bahwa Easter dan Marlee kemungkinan besar memiliki hubungan satu sama lain. Persidangan makin memanas dan waktu pun semakin tipis. Fitch harus memutar otaknya untuk membongkar identitas Marlee sebenarnya dan tentu saja memenangkan persidangan dengan cara apapun. Disisi lain, satu persatu fakta mulai terkuak tentang Marlee dan apa tujuan wanita itu sebenarnya.

“.......tapi pada titik ini kebenaran perlu dikaburkan. Ini adalah pemeriksaan silang, pemeriksaan yang amat penting. Jadi persetan dengan kebenaran. Saksi harus didiskreditkan.”
( The Runaway Jury halaman 287 )

“Kalau seorang saksi tidak dapat digoyahkan, pukul dia dengan detail-detail yang tidak penting.”
( The Runaway Jury halaman 293 )


“Kenalilah musuhmu, peraturan pertama dalam pertempuran.”
( The Runaway Jury halaman 402 )

Ending dari novel “The Runaway Jury” cukup menarik dan tak terduga. Akan tetapi, bagi saya yang mengidolakan tokoh Rankin Fitch harus kecewa -_-
Menurut pendapat saya, dilihat dari sisi karakter tokoh-tokoh didalam novel ini tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar menjadi “Hero/ pahlawan” di dalam cerita. Semuanya punya ambisi dan kepentingan masing-masing, tentu saja melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keinginan mereka. Jadi, jangan pernah membayangkan sebuah pengadilan yang jujur dan adil terjadi didalam cerita. Meski begitu, kita akan disuguhkan dengan kelicikan berpadu kecerdasan para pengacara di dalam ruang sidang. Tak terkecuali memakai alat penyadap berteknologi tinggi untuk memantau jalannya persidangan.  Saya sampai takjub dibuatnya >.<

Cara penceritaan serta penulisan di novel ini sangat baik sekali terutama bagi kita yang buta  tentang istilah-istilah dalam dunia hukum serta bagaimana cara kerja sebuah persidangan. Bahasa yang ringan, cerdas, dan tak membosankan membuat pembaca bisa menikmatinya. Tak terkecuali menambah pengetahuan kita tentang hukum.

Hm...Semoga di waktu yang lain, saya bisa membeli lagi novel karya author ini. Saya sudah jatuh cinta dengan novel-novel karya John Grisham ^_^
Oke see you next time ^_^

 
 

Detail Buku
Judul Buku : The Runaway Jury / Juri Pilihan
Pengarang : John Grisham
Jumlah halaman : 658
Tahun : 1996
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 979-605-440-X


No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com