Saturday, December 17, 2016

Sinopsis Novel Mr.Monk Goes to Fire House ( Pembunuhan dan Harta Terpendam San Fransisco )



Kebiasaan seseorang terkadang menjadi sesuatu yang melekat pada diri seseorang. Entah itu kebiasaan baik atau buruk. Kebiasaan tertentu pada manusia mungkin atau sering kali menimbulkan dampak negatif maupun positif bagi orang-orang disekitarnya.
Lalu, bagaimana dengan kebiasaan “aneh” yang melekat pada diri seorang detektif? Ada yang mengatakan bahwa seorang detektif bukanlah manusia normal. Heeeee??? Tunggu dulu, tidak normal disini maksudnya kebiasaan yang mereka miliki. Bukan mereka berubah menjadi alien atau sejenisnya. Hmm...coba saya pikir-pikir dan ingat-ingat, emmmm....sebagai penggemar bacaan bergenre misteri lebih tepatnya kisah-kisah detektif, selalu para author membuat diri mereka memiliki keistimewaan tersendiri untuk membedakan mereka dari yang lain. 


Kita lihat Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle, sang detektif jenius ini memiliki kebiasaan berdiam diri tanpa bicara selama bermenit-menit hingga berjam-jam ketika mencari penyelesaian suatu kasus. Selanjutnya ada Chevalier Auguste Dupin atau yang lebih dikenal dengan nama Dupin, detektif asal Prancis karya Edgar Allan Poe. 

Ketika Holmes tak menyukai bersosialisasi, maka Dupin adalah pribadi yang tertutup. Bisa dikatakan Dupin adalah gabungan sosok pendiam, pemurung, tertutup, dan penuh rahasia. Saya sempat jatuh cinta dengan sosok Dupin sebelum bertemu Holmes :D he..he.... Kebiasaan Dupin  yang begitu saya ingat ialah ia tidak terlalu sering keluar di pagi atau siang hari. Ia sangat menyukai berjalan-jalan sendiri dimalam hari, terutama saat akan menyelesaikan suatu kasus. Satu lagi, ia mampu mengatakan apa yang kamu pikirkan hanya dengan memperhatikan mimik wajahmu. Wow....menakjubkan bukan!!! ^_^

Tiba-tiba muncullah Mr. Monk. Siapakah ia? Saya sempat bertanya-tanya bagaimanakah sosok Mr.Monk ini, apakah ia sejenius Holmes? atau menakjubkan seperti Dupin? Sosok Mr.Monk dalam novel “Mr.Monk Goes to Fire House” karya Lee Goldberg  adalah sosok yang  membuat para pembaca meringis, menangis, dan mengernyitkan dahi  karena kebiasaannya. 

Tidak percaya? Percayalah—percayalah dalam beberapa menit jika anda membaca novel ini kamu akan mengalami tiga hal tersebut ditambah bonus tertawa ( saya serius ) titik.
Cerita dibuka dengan seorang wanita yang memperkenalkan dirinya bernama Natalie Teeger. Wanita biasa dengan kehidupan biasa. Seorang  single parent, memiliki seorang putri bernama Julie yang masih duduk si sekolah dasar dan tinggal di San Fransisco. Natalie mempunyai seorang atasan yang bernama Adrian Monk atau lebih sering dipanggil Mr.Monk. Mr.Monk berprofesi sebagai detektif swasta—detektif swasta hebat dan ahli memecahkan berbagai kasus pembunuhan yang membingungkan polisi. Sederhananya,Natalie adalah asisten Mr.Monk.

Jangan membayangkan pekerjaan Natalie itu seperti mengeluarkan kecerdasaannya untuk membantu memecahkan suatu kasus atau berhadapan dengan para penjahat—menghajar mereka layaknya wonder woman. Pekerjaan Natalie hanya, sekali lagi HANYALAH “merawat Mr.Monk.”  

Masalah pertama mulai muncul untuk Natalie saat dinding apartemen Mr.Monk  dilubangi oleh rayap. Mr.Monk langsung memanggil Natalie untuk membantunya mencarikan hotel dengan tujuan ia akan menginap selama seminggu setelah apartemennya diasapi untuk mengusir rayap tersebut. Normalnya, orang biasa akan tinggal di hotel mana saja, yang terpenting hotel itu aman, bagus, serta bersih. Tapi itu tidak berlaku untuk Mr.Monk yang menyukai segala keteraturan segala kebersihan, dan segala sesuatu berangka genap.   

Kunjungan Mr.Monk dan Natalie ke beberapa hotel untuk mencari hotel yang tepat memakan waktu berjam-jam. Mr.Monk mulai mengeluhkan bagaimana perabot hotel itu tidak disusun rapi. Di  hotel yang lain ia mengeluhkan bagaimana sambungan gambar kertas tembok berlainan satu sama lain. Manajer hotel dan Natalie harus dibuat stres oleh ulah Mr.Monk. Dan jangan lupa Mr.Monk hanya ingin menginap di kamar hotel bernomor genap.


Setelah kesana-kemari dan menghabiskan waktu dengan mengunjungi sekitar sepuluh hotel yang pada akhirnya Mr.Monk belum juga menemukan hotel yang cocok. Natalie pun dengan terpaksa menawarkan untuk sementara waktu Mr.Monk bisa tinggal di rumahnya. Akhirnya, Mr.Monk setuju. Mr.Monk diperkenalkan dengan Julie, anak perempuan Natalie yang saat itu tengah menangis sedih gara-gara seekor anjing  milik pemadam kebakaran yang bernama “Sparky” tewas. Sparky tewas dengan cara bagian kepalanya dihantam seseorang dengan benda keras. Julie menyewa Mr.Monk untuk mengusut kasus itu. Mr.Monk berjanji untuk menemukan siapa pembunuh anjing tersebut.

Awalnya, Natalie berpikir itu adalah kasus biasa yang tak ada hubungan dengan kasus lainnya. esoknya, Mr.Monk dan Natalie melakukan penyelidikan dimulai dari tempat kerja pemadam kebakaran. Diketahui bahwa salah satu handuk pemadam kebakaran telah menghilang. Pada malam kejadian itu tidak ada seorangpun yang berada di tempat kerja pemadam kebakaran. Hanya Sparky.  Para petugas kebakaran semuanya pergi ke lokasi kebakaran.


Kematian Sparky terlihat tidak ada kaitannya sama sekali dengan kebakaran sebuah flat pada malam kejadian tersebut. Namun, satu persatu fakta-fakta mulai terungkap. Kematian seekor  anjing dan kebakaran sebuah flat yang menewaskan seorang wanita tua terlihat jelas kaitannya. Apalagi diketahui bahwa Esther Stoval, wanita itu menolak menjual flatnya kepada kontraktror sebuah perusahaan besar. Berhasilkah Mr. Monk mengungkapkan kasus ini? Sementara ada pihak-pihak tertentu yang mulai mengawasi gerak-gerik Mr.Monk dan Natalie.
***

Detail Buku
Judul Buku : Mr.Monk Goes to Fire House, Pembunuhan dan Harta Terpendam San Fransisco
 Pengarang : Lee Goldberg 
Jumlah halaman : 424 halaman
Tahun : 2007
Penerbit : Dastan Books
ISBN: 978-979-3972-31-2


No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com