Friday, April 28, 2017

Sinopsis Novel Belle Prater's Boy Karya Ruth White





 Embusan angin di waktu fajar akan menceritakan rahasia kepadamu
Janganlah tidur kembali.
Mintalah apa yang sungguh-sungguh kau inginkan.
Janganlah tidur kembali.
Orang-orang pergi dan kembali melalui ambang pintu
Tempat dua dunia bersinggungan.
Pintu itu terbuka lebar.
Janganlah tidur kembali.

Maulana Jalaluddin Rumi, abad ketiga belas

Begitulah bunyi puisi favorite ibunya Woodrow, yang selalu diulang-ulang sebelum ia menghilang di suatu pagi minggu pada bulan Oktober 1953. Woodrow meyakini rahasia hilangnya sang ibu ada hubungan dengan puisi tersebut. Kakek dan nenek Woodrow memutuskan menjemput Woodrow dan memintanya tinggal bersama mereka di Coal Station, Virginia. Di sebelah rumah nenek dan kakek Woodrow, tinggallah sepupu perempuan Woodrow yang sebaya dengannya bernama Gypsy. Gypsy dan Woodrow berbanding terbalik dalam segala hal. Baik dari segi penampilan maupun sisi kehidupan mereka. Gypsy yang memiliki fisik yang bahkan bisa dibilang mendekati sempurna terkadang memandang rendah pada diri Woodrow yang bermata juling. Namun, mereka bisa berteman dengan baik.

Hilangnya ibu Woodrow menjadi sebuah ketertarikan bagi Gypsy untuk mengetahui kejadian sebelum hilangnya sang bibi yang bernama Belle Prater. Ia ingin bertanya pada Woodrow tentang bagaimana sang bibi bisa menghilang, tapi takut untuk menyinggung perasaan sepupunya. Tanpa terduga, Woodrow dengan senang hati menceritakan banyak hal tentang ibunya. Semakin Gypsy mendengar lebih banyak tentang bibi Belle, semakin ia menyukai sang bibi yang kini keberadaannya entah berada dimana. Ia mendapati dirinya punya banyak kesamaan dengan bibi Belle. Woodrow sang sepupu ternyata sangat cerdas dari dirinya dan memiliki pribadi hangat serta menyenangkan dibalik kekurangannya.


Cerita dari kakek dan nenek, membuat Gypsy mulai menyadari bahwa ada cerita dari masa lalu ibunya dan ibu Woodrow yang akhirnya ia ketahui. Belle selalu menginginkan ia berwajah secantik sang kakak, Lovely. Baginya kecantikan adalah satu-satunya hal yang ia inginkan dari semua hal di dunia ini. Orang-orang sering membandingkan Belle dengan kakaknya. Kakek dan nenek Woodrow sangat menyayangi Belle. Mereka tahu bahwa meski Belle tak secantik Lovely, tapi ada banyak kepribadian menawan dalam diri Belle yang tidak ada didalam diri Lovely. Belle selalu merasa ia bukan apa-apa tanpa kecantikan. Hingga ada seorang pemuda tampan yang jatuh cinta padanya. Ia menjadi gadis yang paling bahagia saat itu. Sampai Lovely muncul dan lelaki tampan itu berpaling darinya. Lelaki yang menjadi ayah Gypsy. Dan ibunya telah merenggut kebahagian dari bibi Belle.

Masa lalu dari ibunya dan ibu Woodrow meninggalkan kesan yang sulit dilupakan didalam pikiran Gypsy. Woodrow meyakini bahwa ibunya ada di suatu tempat yang aman kini, ia mencari-cari cara agar dapat berkomunikasi dengan sang ibu lagi. Berhasilkah Gypsy dan Woodrow menemukan kemana Belle Prater menghilang berbekal petunjuk dari sebuah puisi tersebut?

“Kata Mama, kalau seseorang meninggal, ia akan diizinkan memilih satu hari dalam hidupnya yang ingin ia ulang. Satu hari saja lho. Nah, hari inilah yang akan kupilih.”
( Belle Prater’s Boy-hal.43 )

“.......penampilan cuma itu Gypsy—cuma penampilan, bukan diri yang sesungguhnya. Waktu aku masih mengajar di sekolah, aku perhatikan bahwa gadis dan pemuda yang paling cantik & tampan bisa sejahat ular berbisa. Anak-anak yang buruk rupa bisa berhati mulia. Tapi, bukan berarti  tidak mungkin mereka yang rupawan berhati mulia. Bisa juga, seperti ibumu. Juga, tidak mustahil mereka yang buruk rupa, berbuat jahat. Ini bisa juga. Tapi, cuma isi hatilah yang benar-benar penting.”
(Belle Prater’s Boy- hal.122)


Sebagai pembaca, saya sangat tersentuh oleh kisah yang kesan dan pesannya begitu kuat serta dalam. Awalnya saya tertarik untuk membeli novel ini karena sang penulis menjadikan salah satu puisi Rumi sebagai bahannya didalam cerita tersebut. Berhubung saya juga tertarik dengan Rumi, maka saya berusaha untuk mendapatkan novel ini. Meski saya hanya mendapatkannya dalam kondisi “second”. Belle Prater adalah sosok yang begitu mengagumkan bagi saya di novel ini. Tiap kalimat yang menceritakannya benar-benar membawa saya memahami bahwa ia sangat istimewa, menimbulkan sepercik perih di dada ketika membaca tentang kehidupannya, dan segudang rasa kagum atas dirinya juga anak laki-laki satu-satunya, Woodrow. Hm...saya seakan tidak bisa menerima atas nasib yang dialaminya. Novel yang tergolong “teenlit” ini layak untuk dibaca yang tak lagi menginjak remaja. ^_^  


Deskripsi Buku 

Judul : Rahasia Embusan Angin ( Belle Prater’s Boy )

Pengarang : Ruth White

ISBN : 979-9452-62-7

Jumlah halaman : 206 halaman

Penerbit : Kaifa



No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com