Saturday, July 13, 2013

Awal Mula Azan Dikumandangkan




Setiap akan masuk waktu shalat, maka kita akan mendengarkan suara azan dikumandangkan. Kamu juga pasti sering mendengar seruan azan di daerah tempat tinggalmu.
Azan artinya pemberitahuan masuknya waktu shalat dengan redaksi tertentu. Sedangkan orang yang bertugas mengumandangkan azan dinamakan muazin. 

Tapi..tahukah kamu bagaimana kisah azan pertama kali dikumandangkan?


Yups...berikut ini saya mau berbagi kisah  bagaimana azan pertama kali dikumandangkan. 
Kisah tersebut saya temukan  di sebuah buku kumpulan hadits.
Have enjoy with this story......


 




Awal Mula Azan Dikumandangkan 

Azan mulai disyariatkan pada tahun ke-1 Hijrah.
Dulu, kaum muslim berkumpul, mengira-ngira waktu shalat lalu melakukan shalat. Tidak seorangpun yang melakukan untuk panggilan shalat.


Suatu hari mereka membicarakan hal itu, ada yang mengusulkan, 
“Pergunakanlah lonceng seperti lonceng orang-orang Nasrani, ada yang mengusulkan, “Lebih baik menggunakan terompet seperti terompet orang-orang Yahudi.”

Umar r.a mengusulkan, “Mengapa kalian tidak menyuruh seseorang melakukan panggilan untuk shalat?” maka Rasulullah saw bersabda,
“Hai Bilal berdirilah dan lakukan panggilan untuk shalat.”

( H.R Ahmad dan Bukhari )

Ketika Rasulullah saw menyuruh menyiapkan lonceng untuk dipukul guna menghimpun kaum muslim untuk shalat ( Riwayat lain berbunyi, “Beliau sendiri tidak suka dengan lonceng itu karena menyerupai orang-orang Nasrani ) tiba-tiba, di waktu aku tidur, aku dikelilingi seorang laki-laki yang membawa sebuah lonceng di tangannya.
Aku katakan kepadanya, “Hai hamba Allah, apakah engkau bersedia menjual lonceng itu?”
Ia menjawab, “Untuk apa?” aku menjawab, “Untuk  panggilan shalat.”
Ia berkata, “Maukah kamu ku tunjukkan yang lebih baik dari itu?”
Aku berkata,”Tentu.”

Ia berkata, “Ucapkanlah,
Allahu Akbar,  Allahu Akbar, ( Allah Maha Besar )

Asyhadu alla ilaha illallah, Asyhadu alla ilaha illallah,
( Aku Bersaksi Bahwa Tiada Tuhan Selain Allah )

Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
( Muhammad itu Utusan Allah )

Hayya ‘alash-shalah,  Hayya ‘alash-shalah,  ( Marilah kita shalat )
Hayya ‘alal-falah,  Hayya ‘alal-falah,  ( Marilah Menuju Kemenangan )

Allahu Akbar,  Allahu Akbar, ( Allah Maha Besar )
Laa ilaha illallah ( Tiada Tuhan selain Allah )

Kemudian, ia melangkah sedikit mundur dan berkata, “Jika shalat hendak dimulai ucapkanlah,
Allahu Akbar,  Allahu Akbar, ( Allah Maha Besar )
Asyhadu alla ilaha illallah, ( Aku Bersaksi Bahwa Tiada Tuhan Selain Allah )

Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, ( Muhammad itu Utusan Allah )

Hayya ‘alash-shalah,    ( Marilah kita shalat )

Hayya ‘alal-falah,   ( Marilah Menuju Kemenangan )

Qad qamatish shalah, Qad qamatish shalah, 

Allahu Akbar,  Allahu Akbar, ( Allah Maha Besar )

Laa ilaha illallah ( Tiada Tuhan selain Allah )

Pagi harinya aku menghadap Rasulullah saw dan menceritakan mimpi yang aku alami. Nabi saw bersabda, “Insyaallah, sesungguhnya itu mimpi yang benar.  Berdirilah dengan Bilal dan ajarkanlah kepadanya, lalu biarkan dia yang melakukan azan karena suaranya lebih baik dan lebih lantang dibandingkan dengan suaramu.”

Aku pun berdiri bersama Bilal dan aku ajarkan kepadanya. Dan ia yang mengumandangkan azan. Umar ra yang berada di rumah langsung ke mesjid sambil menyeret kainnya dan menghadap Nabi saw lalu berkata,
“Demi Zat yang telah mengutusmu dengan kebenaran aku juga bermimpi seperti mimpi yang dia alami. Nabi saw bersabda, “Alhamdulillah.”
( H.R Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan Tirmidzi ) menurut Tirmidzi hadist ini hasan shahih.

Selain sebagai pengingat akan masuknya waktu shalat, azan juga mempunyai beberapa keutamaan serta para muazin mendapat tempat dan derajat istimewa dihadapan Allah swt. Berikut ini beberapa keutamaan azan dan para muazin :

Keutamaan Azan Dan Para Muazin

Abu Huairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Seandainya orang-orang mengetahui apa yang terdapat pada azan dan shaf pertama, kemudian tidak ada cara untuk mendapatkannya  kecuali dengan melakukan undian, niscaya mereka akan melakukan undian. Seandainya mereka mengetahui apa yang ada pada menyegerakan shalat zuhur, tentu mereka akan berlomba-lomba untuk melakukan itu. Dan jika mereka mengetahui apa yang terdapat pada shalat isya dan  shalat subuh, pasti mereka mendatanginya, meskipun dengan merangkak.”
( H.R Bukhari dan lainnya )


Barra’ bin Azib r.a meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda,
“ Sesungguhnya Allah swt memberikan berkah kepada mereka yang berada di shaf pertama dan para malaikat berdoa untuk mereka. Seorang muazin diampuni dosanya sepanjang suaranya, ucapannya dibenarkan oleh para pendengarnya, baik dari kalangan tumbuhan yang basah maupun yang kering, dan ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang shalat bersama-sama.”
( Menurut Mundziri, hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasa’i
 dengan sanad yang baik )


Anas R.a meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda,
“Doa yang dibaca diantara azan dan iqamat tidak akan ditolak.”
 ( H.R abu Dawud, Nasa’i, dan Tirmidzi ) menurut Tirmidzi hadist ini shahih.

“Lantangkanlah suaramu ketika mengumandangkan azan, sebab siapapun yang mendengar suara muazin baik dari kalangan jin, manusia, maupun benda mati, ia akan menjadi saksi pembela bagi muazin di hari kiamat kelak.”



 Makna Pengazanan Di Telinga Bayi

Di dalam ajaran islam, kita juga menemukan bahwa ketika bayi lahir ke dunia, maka sang ayah dari bayi tersebut wajib mengazankan di  telinga kanan sang bayi  dan iqamat di telinga kiri. 



Menurut Ad – Dahlawi, pengazanan di telinga kanan pada bayi dan iqamat di telinga kiri mengandung beberapa tujuan : 


  • Azan adalah termasuk syiar islam

  • Azan adalah pengusir setan, sedangkan setan langsung menggoda anak manusia sejak dilahirkan. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa begitu bayi lahir setan langsung mengganggu sehingga bayi menjerit , kecuali kelahiran Maryam dan putranya

  • Supaya ucapan pertama kali yang membuka pendengaran anak manusia yang baru dilahirkan  adalah kalimat tentang keagungan Allah swt dan kalimat syhadat  sebagai kunci memasuki kehidupan dunia sebagaimana kalimat itu dipergunakan sebagai kunci masuk islam.

  • Diharapkan dapat meninggalkan kesan dan pengaruh positif dalam jiwanya.

  • Agar ajakan dan seruan ke jalan Allah swt dalam dirinya dapat didahului dari pada seruan kejalan kesesatan.


***

Berbicara tentang azan saya jadi ingat sebuah percakapan dengan senior saya. Saya bertanya bagaimana seandainya sang ayah dari bayi tersebut tidak bisa mengazankan atau tidak hafal akan bacaan azan, apakah kakek atau saudara laki-laki ayah boleh menggantikannya untuk mengazankan sang bayi?

Sambil mengeryitkan dahinya, senior saya menjawab, “ masa azan saja tidak bisa? Tidak hafal? Semua laki-laki wajib mengazankan telinga sang anak ketika masih bayi.”
“Kalau tidak bisa juga, bagaimana?” tanya saya kembali
“Kalau begitu jangan menikah dengan laki-laki yang  tidak bisa azan.” Jawab senior saya singkat dan padat sambil berlalu dari hadapan saya.

Pikir saya pikir jawaban sekaligus nasehat dari senior saya ada benar juga sekaligus buat saya garuk-garuk kepala juga. Bukan karena gatal. Karena nasehatnya yang sungguh sungguh mengena di hati juga untuk diingat.....x_x 
He..he.....mantap pak nasehatnya....^^

Salam.....................................


 

1 comment:

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com