Monday, November 24, 2014

Pierre-Auguste Renoir : Goresan Indah Sang Pelukis Yang Tabah

Renoir, Painting



Salah satu pelukis aliran impresionisme  yang hasil karyanya paling mudah di dapat dan paling disukai adalah  Pierre-Auguste Renoir. Lukisan-lukisannya selalu menggambarkan rasa bahagia dalam kehidupan, dan memiliki daya tarik yang abadi. 

Pierre-Auguste Renoir dilahirkan di kota Limoges, pada tanggal 25 Februari 1841. Tiga tahun kemudian keluarganya pindah ke Paris, dimana ayah Renoir yang seorang penjahit berharap dapat meningkatkan bisnisnya yang sedang surut.
Renoir kecil menunjukkan tanda-tanda kalau ia memiliki bakat artistik, dan pada usia 13 tahun ia magang sebagai pelukis porselen di perusahaan Levy Brothers.

Ketika perusahaan porselen ditutup, ia mencari nafkah dengan mendekorasi gorden dan kipas. Sebelum pada akhirnya ia melamar ke studio milik Charles Gleyre  di Paris, dimana ia belajar seni secara penuh. 

Rekan-rekan belajarnya pada  saat itu diantaranya Monet, Sisley, dan Bazille. Mereka semua memiliki ambisi yang sama dengan Renoir, yaitu ingin membuat lukisan kehidupan sehari-hari, bukan lukisan bertema klasik yang disarankan dan digemari oleh para pelukis akademik  pada saat itu.

Monet kemudian menjadi sahabat dekat Renoir. 

Di tahun 1980 Renoir menikahi kekasih lamanya, Aline Charigot. Ia menghabiskan tiga puluh tahun terakhir dalam hidupnya  hanya untuk melukis wanita dan anak-anak. Renoir pernah mengatakan bahwa ia tak memiliki “watak seorang pejuang”.

Namun pada kenyataannya ia harus berjuang melawan penyakit  arthritis yang dideritanya dari umur lima puluh tahun sampai hari kematiannya pada tanggal 3 Desember 1919. Tapi ia tak pernah berhenti melukis, ia bahkan mengikat kuas pada pergelangan tangannya  apabila tangannya terlalu kaku untuk memegang.

Walaupun ia sakit, ia tetap membuat lukisan yang bahagia tanpa memperlihatkan rasa getir / pesimisnya sedikitpun.
Pada tahun 1910, dalam sebuah surat kepada seorang pelukis muda, ia menyimpulkan tujuan seninya.

“Bagi saya sebuah lukisan...haruslah bisa menjadi sesuatu yang disukai, menyenangkan, dan indah. Benar.....indah.  Sudah  terlalu banyak hal-hal buruk di dunia ini.”

Berikut ini beberapa buah lukisan karya Pierre – Auguste Renoir :

painting, renoir


                                                                                   

                                                                                            
                                                                         Young Girls At The Piano
                                                                                              1892
                                                                                        116 x 90 cm
                                                                              Cat minyak pada kanvas
                                                                                Mus’ee d’Orsay, Paris



Young Girls At The Piano

Di tahun 1892 Renoir diminta oleh pemerintah Prancis untuk membuat lukisan-lukisan baru untuk digantungkan di Luxemburg Palace, sebuah museum yang khusus menggelar karya-karya pelukis yang masih hidup.

Dengan niat ingin memberi kesan baik, Renoir membuat 6 versi ( satu dengan pastel dan lima dengan cat minyak ) dari lukisan Young Girl At The piano ini.

Ia menyerahkan keputusan akhirnya kepada Henri Roujon, Menteri Kesenian Prancis. Merasa dimanjakan oleh pilihan ini, sang menteri akhirnya memilih lukisan yang tampak disini.

Tapi kemudian Renoir merasa bahwa lukisan yang dibeli oleh negara itu, dimana ia menerima 4000 franc, dianggapnya bukan yang terbaik.
   
Walaupun Renoir keberatan, lukisan nya dianggap berhasil ketika pertama kali dipamerkan. Sebagai hasil pengakuan negara, karya-karyanya menjadi lebih modern dan lebih diminati, sehingga masa depan keuangan sang pelukis lebih terjamin.


painting, renoir, impresionisme





                                                             Countryside Around Menton

                                                                                     1883
                                                                                66 x 81cm
                                                                  Cat minyak pada kanvas
                                                               Museum Of Fine Arts, Boston
 

Countryside Around Menton

Pada bulan Desember 1883, Renoir menghabiskan dua minggu untuk melukis di pesisir Mediterania Prancis, yang terletak di antara Marseille dan Genoa. Di Menton dan sepanjang pantai Riviera, ia terpesona oleh beragamnya warna yang ada disana, dan ia mencoba untuk menangkapnya diatas kanvas. Keberhasilannya tampak jelas terlihat pada lukisan ini.

Setelah tahun 1898, secara teratur Renoir kembali ke selatan, terutama ke Cagnes, yang terletak di sebelah selatan kota Nice. Disana, walaupun dengan susah payah,  ia melukis semak pohon zaitun yang tumbuh di bukit tanah Les Collettes. 

“Pohon zaitun sangat kejam! Daun-daunnya yang kecil mampu membuat saya berkeringat!”
 Ketika seorang pedagang kayu mengancam untuk membeli tanah tersebut dan menggusur pohon –pohon zaitun yang ada di dalamnya, Renoir dengan dukungan Aline membelinya. 
Pada tahun 1907 akhirnya tanah ini menjadi kediaman mereka yang  permanen.


 
painting, renoir, impresionisme



Umbrellas

1881-1885
180 x 115 cm
Cat minyak pada kanvas
The National Gallery, London


Umbrellas

Disini, pengaturan yang ritmik tentang payung-payung mampu mengubah subyek yang suram menjadi kehidupan modern yang hidup.  Lukisan  ini juga menghubungkan kedua sisi gambarnya, yang dibuat   Renoir pada waktu yang berbeda dan bergaya kontras.

Gambar wanita di sebelah kanan mulai dilukisnya pada tahun 1881, dengan menggunakan sentuhan kuas bulu yang lembut, dan warna-warna cerah dari masa impressionisme Renoir. 

Sedangkan wanita yang disebelah kiri, payung, dan lelaki di belakangnya,  di gambar dengan lebih tajam.  Hal ini menunjukkan  bahwa mereka dilukis beberapa waktu kemudian, mungkin sekitar  tahun 1885 jika dilihat dari model gaun wanita  yang dikenakan. 

Pada saat itu Renoir yang sedang tak senang kepada aliran impresionisme dan konsentrasinya, kembali menggunakan metode melukis tradisional yang didasarkan pada kecendrungan penggunaan garis tepi.




Fruits Du Midi

1881
51 x 69 cm
Cat minyak pada kanvas
The Art Institute Of Chicago
 



Fruits Du Midi

Subyek benda mati merupakan bagian yang penting pada koleksi lukisan Renoir. Apabila lukisan potret manusianya gagal terjual, subyek benda mati bisa menjadi sumber nafkah yang diandalkan. Sama seperti banyak pelukis lain, Renoir menganggap melukis benda mati bisa digunakan untuk meningkatkan tekhnik melukisnya tanpa harus menghabiskan waktu model  lukisan atau merusak lukisannya sendiri.

Pendekatan yang santai ini mampu menghasilkan beberapa hasil karyanya yang paling indah. Buah-buahan Mediterania yang  lezat ini memberikan rasa sensualitas . 

Di kemudian hari, ia menghasilkan banyak lukisan kecil yang kualitasnya sangat berbeda. Di tahun 1901, dengan kesal ia mengatakan kepada pemasok Durand Ruel ( yang sering membeli lukisan benda matinya),
“Jika saya hanya menjual yang bagus, saya bisa mati kelaparan.”


Renoir, painting




Gabrielle And Jean
1900
65 x 54 cm
Cat minyak pada kanvas
Musee de l’Orangerie, Paris

Walaupun hampir semua lukisan-lukisannya bersuasana tenang, sesungguhnya Renoir adalah orang yang cemas dan gelisah. Pernikahannya dengan aline di tahun 1980. Lima tahun setelah kelahiran Pierre ( anak pertama dari ketiga puteranya), mampu membawanya ke dalam kebahagiaan dan emosi yang stabil.

Ketika Jean dilahirkan pada tahun 1894, sepupu Aline yaitu Gabrielle Renard, disewa sebagai pengasuhnya. Selama lebih dari dua puluh tahun berikutnya ia berpose sendiri, atau membantu menggembirakan anak-anak seperti yang tampak disini. 

Renoir senang jika modelnya memiliki kulit yang mampu “menyerap cahaya” dengan baik. Tidak mengherankan jika kulit Gabrielle yang muda dan bercahaya membuatnya lebih menarik  untuk dilukis dari pada nyonya Renoir sendiri.
Pada tahun 1900 Aline sudah berusia hampir 40 tahun dan tubuhnya telah menjadi sangat gemuk. 

**********

Ketabahan serta rasa semangat dalam jiwa Renoir  dalam melakukan hal yang paling ia cintai “melukis” di dalam hidupnya meski di dera oleh penyakit sekalipun, tak membuat ia menjadi pribadi yang putus asa.  Lukisan-lukisan Renoir menjadi sebuah peninggalan yang berharga bagi dunia dan untuk kita semua, serta lewat lukisannya seakan Renoir ingin menyampaikan pesan bahwa dunia masih sebuah tempat yang indah dan penuh dengan kebaikan meski sudah terlalu banyak hal buruk terjadi di dunia ini.

Sumber :
Roadway, Juliet. 2000.The Little Book of Renoir.Jakarta : PT.Elex Media Komputindo


2 comments:

  1. I like very much too this painter.Beautiful dear Anisa :)

    ReplyDelete
  2. sering-sering aja posting soal lukisan mbak

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com