Saturday, December 28, 2013

Andai Rasa Sabar Selezat Coklat




patient, wise, words


“...Jika ada 20 orang yang sabar diantaramu,
 niscaya mereka akan dapat mengalahkan 200 orang musuh.
 Dan jika ada 100 orang yang sabar diantaramu,
 niscaya mereka akan dapat mengalahkan 1.000 orang kafir...”
( Q.S Al Anfaal : 65 )

Sudah sering mendengar kata sabar bukan??
Berapa banyak kali kamu bersabar dalam hidupmu?
Atau jangan-jangan sudah habis rasa sabarnya?? Upsss...
Saya harap kita semua tidak akan pernah kehilangan rasa kesabaran di hati kita.
 Amin...amin..amin...^^

Bersabar itu tidaklah mengenakkan! Setuju?
Pasti semua langsung angguk-angguk kepala.  :D

Ya, seperti kamu harus bersabar sedikit menunggu antrian di loket tiket, atau kamu harus bersabar menunggu ibumu memasakkan makanan untukmu. Tentu harus pakai rasa sabar. Bukan rasa kecap manis * ingat masakan melulu :D

Saya jadi ingat sebuah cerpen yang pernah saya baca berjudul “Sabar”, menceritakan seorang pemuda yang bernama “Sabar” tapi selalu buat teman-teman disekitarnya “tidak sabaran” melihat kelakuannya dan selalu menguji rasa “kesabaran” teman-temannya....:D
moga kita tidak menjadi si “Sabar” ini ya!! :D



Kita sebagai makhluk-Nya pasti memiliki rasa sabar.  Rasa sabar yang wajib selalu ada ketika menghadapi berbagai cobaan dan himpitan hidup. seperti kotak P3K ( first aid ) yang selalu kita butuhkan saat kita terluka.

Indah sekali ya kedengarannya, namun dalam prakteknya, kesabaran tak ubah bagai sebuah pil pahit yang harus dipilih bagi si pasien yang menderita sakit.
Hm..tentu sesuatu yang bercita rasa pahit itu tidaklah enak. Jangankan mencicipinya, membayangkannya saja pasti sudah tidak ingin. 

Sabar bisa diumpamakan bagai sebuah pil pahit namun menyembuhkan bagi si pasien.


patience, wise words


 Kita semua tentu ingat kisah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, bukan? Bagaimana ketika itu Allah swt mengujinya dengan sebuah ujian yang benar-benar berat. Allah swt meminta Nabi Ibrahim as untuk menyembelih anak yang sangat dicintainya, Nabi Ismail as.  

Allah swt hendak menguji kecintaan Nabi Ibrahim kepada-Nya, serta kesabarannya dalam menghadapi ujian ini. Sebagai seorang ayah yang menyayangi anaknya, Nabi Ibrahim as tentu tidak rela membunuh anak yang sangat ia cintai. Namun sebagai seorang hamba-Nya ia juga ingin menjadi hamba yang taat.

Nabi Ibrahim as pun meminta pendapat anaknya :

“.......Ibrahim berkata : “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab : “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”
( Q.S Ash Shafaat: 102 )

Dan Nabi Ibrahim as pun melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah swt, lalu pada saat akan menyembelih Nabi Ismail as, tubuh Nabi Ismail as langsung ditukar oleh Allah swt dengan seekor domba.

 Inilah buah manis dari kesabaran Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as atas ujian dari Allah swt. 

patience, wise words


Tapi kita kan bukan Nabi yang bisa punya kesabaran seperti itu!!!
He..he...saya juga sering mendengar kalimat seperti itu, 

Oke, memang benar kita ini manusia bukan seorang Nabi, kalau membanding-bandingkan rasa sabarnya, tentu Nabi punya kesabaran yang lebih. Namun, kita juga harus berkaca bahwa Nabi itu adalah seorang manusia juga, yang membedakannya adalah keimanannya. 

Dan kisah-kisah hidup mereka dapat dijadikan contoh bagaimana seharusnya kita bisa bertindak terutama bersikap sabar dalam menghadapi tiap berbagai cobaan dan himpitan di dalam hidup ini.
Mengatakannya mudah sekali ya, tapi lagi..lagi..dan lagi..mempraktekkannya sangat sulit  ^^
Saya juga masih sulit mempraktekkannya. 

Lalu bagaimana  ???

Kalau sabar itu bisa di dapat dan di cari dengan mudah seperti mencari keong di tepi pantai, atau sabar itu bisa dibeli di toko seperti membeli sebuah kue, maka kita tidak harus repot-repot untuk  mencari dan membelinya ketika kita butuhkan. 

 Sayangnya, sabar tidak seperti itu. Ia tidak perlu dicari apalagi dibeli. Ia sudah ada bersama kita. Juga gratis. Hanya tergantung bagaimana cara kita menggunakannya. 

Pernah juga dengar kalimat seperti ini kan:
“Dia itu sudah disakiti hatinya, masih sabar juga”

Paling sering ya kita mendengarnya, plus buat kita bertanya-tanya apakah sabar itu ada batasnya ?


patience, wise words


Saya pikir sabar itu tidak ada batasnya.
Begini, coba kita bayangkan sabar itu ada batasnya atau ukuran atau takarannya, misalnya kadar sabar si A hanya bertahan sampai 5 menit, atau kadar sabar si B hanya sampai usia 30 tahun. Yang jadi masalah, bagaimana jika si B hidupnya sampai berumur 40 tahun tapi kadar kesabarannya sudah habis? Bisa repotkan? 

He..he...mungkin perumpamaan yang saya buat kurang cocok, tapi tetap saja sabar itu tidak ada batasnya.
Kita baca sama-sama sebuah ayat dibawah ini :

“Allah ta’ala berfirman ( yang artinya ) : “Sesungguhnya hanya orang – orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
( Q.S Az Zumar : 10 )

Maksudnya, Allah swt telah meyiapkan pahala bagi mereka yang sabar dengan pahala yang tak terhitung. Hal ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang bersabar. ^^ begitu informasi yang saya dapatkan.

patience, wise words


Untuk soal batasan ini teman-teman bisa tanya sama pak ustad lagi, ok karena saya juga masih kekurangan ilmu juga informasinya.T_T

Lalu, seberapa besar kesabaran yang bisa kita miliki?
Sederhana saja, kesabaran bukan sesuatu yang secara instan bisa langgeng dan mudah di ajak kompromi dalam segala situasi. Kesabaran juga perlu di asah layaknya sebuah pisau, agar senantiasa tajam tak menjadi tumpul. Hingga ia bisa berdiri kokoh di segala musim hati.

Andai kesabaran itu rasanya selezat coklat, semua orang pasti menyukainya.
Kesabaran juga sama seperti coklat, penampilannya memang tidaklah menarik hati. Tapi dibalik penampilannya itulah kita bisa merasakan manis dan lezat rasa coklat tersebut.

Ayo...kita sama-sama kembali belajar bersabar.
Walau sabar itu tidak lah menyenangkan, semoga suatu hari  semua rasa kesabaran kita nantinya bisa berakhir seperti sebatang coklat.  Yummy ^^ amin....

“Dan orang-orang yang sabar
Karena mencari keridhaan Tuhannya,.......
Orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan ( yang baik yaitu surga).”
( Q.S Ar Ra’d:22 )









1 comment:

  1. Hello dear Anisa.Very nice post.Have a nice day :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com