Thursday, August 27, 2015

Sinopsis Novel "Theodore Boone, Abduction ( Penculikan)"


 Uwaaahhh......apa kabarnya blogku tersayang? Sudah lama diriku tidak menjenguk kabarmu, -_- karena akhir-akhir ini saya lebih fokus sama menggambar. Lebih tepatnya berlatih menggambar agar hasil gambar saya lebih bagus lagi. 

Tak disangka, jika sudah menggambar dan mood saya sedang bagus pekerjaan lain jadi terbengkalai. Rencana ingin menuliskan sesuatu di blog ditunda, ditunda, dan ditunda terus. Akhirnya, saya memutuskan agar jangan ditunda lagi. Memang, blog saya sedikit sekali pengunjungnya, namun semangat untuk menulis dan membagikan sesuatu yang semoga bermanfaat bagi para pembaca tidak pernah luntur di hati saya. Amiin.....:)

Kegiatan yang baru saja selesai saya jalani adalah membaca sebuah novel. Maka , saya akan menuangkan sinopsisnya untuk teman-teman semua. Sekaligus  agar blog saya bisa update sesuatu yang baru didalamnya, he..he....

Novel bergenre detektif tetap menjadi pilihan bacaan favorite saya. Jika selama ini saya telah akrab dengan  Sir Arthur Conan Doyle lewat tokoh Sherlock Holmesnya , Edgar Allan Poe dengan tokoh Dupin sang detektif asal Prancis, dan Agatha Christie dengan Hercules Poirotnya. Maka nama John Grisham dengan  Theodore Boone saya baru mengenalnya. 




Lewat novel yang berjudul “Theodore Boone, The Abduction ( Penculikan), sang author John Grisham akan memperkenalkan kita kepada seorang bocah laki-laki  berumur tiga belas tahun yang senang belajar tentang hukum,dan beberapa kali terlibat masalah hukum didalamnya. ^_^

Kisah dibuka dengan kejadian heboh yang terjadi  di Kota  Strattenburg tiba-tiba gempar dengan hilangnya seorang gadis yang bernama  April Finnemore. Mengingat  bahwa kota itu tidak terlalu besar hingga kabar tersebut dengan mudahnya tersebar kemana-mana.  April diketahui hilang dari rumah pada tengah malam antara pukul 21.15. orang  terakhir yang berbicara dengan April adalah Theodore Boone. Theo, sahabat satu-satunya April dan teman satu sekolahnya. 

Ketika mengetahui sahabat baiknya tiba-tiba hilang dari rumah, Theo pun merasa wajib ikut serta dalam menemukan April Finnemore. Jiwa detektif  Theo pun bangkit. Mereka terakhir berbicara hanya lewat sms. Dari pesan itu bisa diperkirakan bahwa April masih dalam keadaan baik-baik saja.
April Finnemore, gadis yang tak begitu menonjol di lingkungan sekolahnya. Memiliki kedua orangtua yang bermasalah.  Ibunya, tak selalu berada di rumah yang harus bekerja dan meninggalkan April seorang diri setiap malam. Sedangkan  Ayah April, bekerja sebagai musisi di sebuah band yang hanya berisi orang-orang tua yang selalu berpergian dari satu   klub ke klub lainnya.


Dengan keadaan tanpa kedua orang tua di rumah malam itu, April menghilang tanpa satupun yang mengetahui keberadaannya. Tak satupun barang-barang di dalam kamar April dan di rumah ada yang hilang, kecuali telah dipastikan ia sempat diizinkan mengganti piyamanya  dengan pakaian lain dan sebuah jaket yang hilang dari  dalam lemarinya. 

Keadaan menjadi membingungkan, ketika pihak kepolisian menemukan bahwa tak ada tanda-tanda pintu atau daun jendela yang dibuka secara paksa. Semua masih terkunci.  Entah bagaimana sang penculik bisa memaksa gadis itu membukakan pintu untuknya. Pihak kepolisian menyimpulkan bahwa kemungkinan April mengenal  sang penculik.


Kedua detektif terkenal di kota  Strattenburg, Slater dan Capshaw  diminta pihak kepolisian untuk membantu memecahkan kasus ini. Mereka  langsung bertindak dengan menemui Theo, orang yang terakhir  yang berbicara dengan April. Kedua detektif ini juga tak menemukan petunjuk yang begitu berarti  untuk menemukan April. 

Disisi lain, Theo dan teman-teman sekolahnya menyusun rencana untuk menyusuri jalan-jalan dengan bersepeda untuk mencari April. Mereka bahkan menyebarkan selebaran-selebaran yang berisi foto April.  Mereka melakukannya dengan gencar. 

Kepolisian turut mengintrogasi ibu gadis hilang itu, menanyakan apakah ada telepon masuk dari orang asing yang meminta sejumlah uang tebusan. Karena, biasanya sebuah penculikan disertai dengan permintaan uang tebusan. 
Keluarga April Finnemore bukanlah keluarga yang berada, apalagi sampai mempunyai musuh. Satu-satunya penjelasan yang masuk akal adalah dengan ditemukannya petunjuk baru beberapa  surat dari Jack Leeper, sepupu jauh  ibu April di kamar gadis itu. Fakta, gadis itu beberapa kali pernah mengirimkan surat dan sempat membalasnya sewaktu Jack masih belum kabur dari penjara. 



Tuduhan langsung ditujukan pada Jack Leeper, yang kebetulan  pada hari kaburnya tahanan tersebut bertepatan dengan hilangnya April Finnemore. Lalu, ditemukan kembali penemuan mayat yang telah hancur  di dalam sungai. Jaket  yang melekat pada tubuh sang mayat menunjukkan jaket tersebut sama dengan jaket yang hilang di kamar April.

Berhasilkah usaha Theo menemukan kembali sahabat karibnya?
Berhasilkah pihak kepolisian menyelamatkan nyawa April Finnemore?

“saya menginginkan apa yang diinginkan setiap anak—rumah dan keluarga yang normal. Tapi bukan itu yang saya miliki. Kehidupan kami memang tidak normal dan saya sudah belajar menerimanya. ..........
(Theodore Boone, The Abduction - halaman 225 )
Detail Buku
Judul : Theodore Boone, The Abduction
Pengarang : John Grisham
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Jumlah halaman : 230

1 comment:

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com