Tuesday, February 27, 2018

Einstein’s Dreams : Konsep Waktu Einstein Dalam Tulisan Alan Lightman







Einstein’s Dreams merupakan sebuah novel indah yang menuturkan konsep waktu dari seorang ilmuwan Albert Einstein. Paparannya tentang arti waktu akan membawa kita menelusuri berbagai tempat dan kehidupan orang-orang yang tak dikenal. Masa lalu dan masa kini saling berjalin  terpintal bagai benang-benang sulaman. Dunia sebab dan akibat, musim-musim berganti, tua muda, menjadi saksi kehadiran waktu. Sang waktu dirindukan bagi pecinta, ditolak bagi si pesakit, disangkal bagi masa lalu. Ia masuk kedalam tiap fragmen anak manusia, menjadi saksi tiap kelahiran dan kematian.


Tulisan yang pada awalnya ingin saya buat menjadi sinopsis, akhirnya saya menuliskan isi dari novel tersebut dengan berbagai makna waktu.  Semoga waktu masih menjadi sesuatu yang terus kita syukuri dalam hidup kita, memberi kita berbagai kesempatan untuk merangkai kebahagian pada diri kita dan orang lain.
Selamat menikmati waktu anda......


14 April 1905
Andaikan waktu adalah suatu lingkaran, yang mengitari dirinya sendiri. Demikianlah, dunia mengulang dirinya sendiri, setepat tepatnya, dan selama-lamanya.

16 April 1905
Di dunia ini, waktu seperti aliran air, kadang terbelokkan oleh secuil puing, oleh tiupan angin sepoi-sepoi. Entah kini atau nanti, gangguan kosmis akan menyebabkan anak sungai waktu berbalik dari aliran utama menuju ke aliran berikutnya.

19 April 1905
Bagi dunia seperti ini, waktu memiliki tiga dimensi, seperti ruang. Dan karena satu benda  bisa bergerak tegak lurus ke tiga arah, horisontal, vertikal, dan membujur, maka sebuah benda dapat berada dalam tiga masa depan yang tegak lurus. Setiap masa depan bergerak dalam arah waktu yang berbeda. Setiap masa depan adalah nyata.

24 April 1905
Di dunia ini ada dua jenis waktu. Waktu mekanis dan waktu tubuh. Waktu yang pertama kaku, laksana pendulum besi raksasa yang berayun maju-mundur. Waktu yang kedua bergeliang-geliut seperti ikan cucut di teluk. Waktu yang pertama tak dapa ditolak, telah ditetapkan sebelumnya. Waktu yang kedua mengambil keputusan sekehendak hati.

26 April 1905
Di dunia ini, segera tampak sesuatu yang ganjil. Suatu ketika di masa silam, ilmuwan menemukan satu kenyataan bahwa waktu berjalan lebih lambat di tempat yang jauh dari pusat bumi.

28 April 1905
Dan  melebihi  jam yang mana pun, ada satu cantolan waktu raksasa yang membentang di alam semesta, menetapkan hukum waktu yang sama bagi semuanya. Di dunia ini, satu detik adalah satu detik. Waktu melaju dengan keteraturan yang sangat rancak, dengan kecepatan yang sangat tepat, pada setiap sudut ruang. Waktu adalah penguasa tanpa batas. Waktu adalah kemutlakan.

Dunia dimana waktu adalah mutlak adalah dunia yang menghibur. Sementara gerak orang-orang tak terkirakan, gerak waktu terkirakan. Ketika orang diragukan, waktu adalah kepastian.


3 Mei 1905
Bayangkan satu dunia dimana hubungan sebab akibat tidak tentu. Terkadang yang pertama mendahului yang kedua, terkadang yang kedua menjadi yang pertama. Atau, sebab selamanya berada di masa silam, sementara akibat berada di masa depan, namun masa depan dan masa silam saling berjalinan.
Jika masa silam berakibat tak menentu pada masa kini, tak usahlah merenungi masa lalu. Dan, jika masa kini hanya berakibat kecil saja bagi masa depan, tak perlulah membebani tindakan saat ini.

4 Mei 1905
Bila waktu dan perjalanan peristiwa sama, waktu bergerak lamban sekali. Bila tidak demikian, maka orang-orang lah yang nyaris tidak bergerak. Jika orang tidak memiliki ambisi di dunia seperti ini, ia tidak menyadari kalau ia menderita. Jika berambisi, ia tahu bahwa ia menderita, tetapi penderitaan itu berlangsung sangat lambat.

8 Mei 1905
Apa gunanya perdagangan dan industri bila cuma tersisa sedikit waktu ? Mereka seperti tak peduli pada dunia yang segera berakhir,  karena semua orang bernasib sama. Dunia dengan satu bulan tersisa adalah dunia dengan persamaan hak. Di  dunia yang tinggal berumur sehari, mereka sama.

10 Mei 1905
Secara hipotesis, waktu bisa halus atau  kasar, bergerigi, atau semulus sutra, keras atau lunak. Tetapi, didalam dunia seperti ini, tekstur waktu adalah sesuatu yang lekat. Tiap orang terpantik pada beberapa kejadian dalam kehidupan dan tak mampu bebas. Setiap orang berjalan sendiri, karena kehidupan masa silam tidak pernah bisa berbagi dengan masa kini. Setiap orang melekat pada satu waktu, melekat sendirian.

11 Mei 1905
Jika waktu adalah anak panah, maka sasarannya adalah keteraturan. Para filsuf telah menyatakan bahwa tanpa arah menuju keteraturan, waktu kehilangan makna.

14 Mei 1905
 Beberapa orang mengatakan bahwa yang terbaik adalah tidak mendekati pusat waktu. Hidup adalah jambangan kesedihan, tapi adalah lebih terhormat untuk menjalaninya. Tanpa waktu tak akan ada kehidupan. Yang lain tak setuju. Mereka lebih memilih kebahagiaan yang abadi. Tak penting bahwa keabadian itu kaku dan beku laksana kupu-kupu yang diawetkan dalam suatu kotak.

15 Mei 1905
Bayangkan dunia tanpa waktu. Hanya bayang-bayang.

20 Mei 1905
Dunia tanpa ingatan adalah  dunia saat ini. Tanpa buku riwayat hidup orang hanya menjadi selembar potret, gambar dua dimensi, sosok hantu. Beberapa orang memutuskan untuk sama sekali berhenti membaca. Merekalah orang-orang yang melepas kemudaan dengan langkah tanpa beban. Merekalah orang-orang yang telah belajar untuk hidup di dunia tanpa ingatan.

22 Mei 1905
Di dunia  rencana yang berubah-ubah, kesempatan dadakan, visi yang tak terduga. Di dunia seperti ini, waktu tidak mengalir utuh, datang bagai kepingan. Kepingan masa depan melintas sekilas. Lantas, apa artinya meneruskan masa kini bila seseorang telah melihat masa depan ?

29 Mei 1905
Sejak timbul kesadaran waktu adalah uang, setiap rumah dagang, setiap rencana manufaktur, setiap grosir melaju secepat mungkin agar lebih unggul dari para pesaing. Di dunia yang berkecepatan tinggi ini, ada satu fakta yang lambat dinilai. Dengan logika tautologi, atau pengulangan yang tidak perlu, efek gerakan sebenarnya relatif.


2 Juni 1905
Buah persik coklat yang telah lembek itu diambil dari tumpukan sampah dan ditaruh  di meja untuk disegarkan. Persik itu kembali segar, mengeras, dan dibawa dalam kantong belanja ke kedai sayur, ditaruh di rak, dipindahkan dan dipak dalam peti kayu, kembali menempel di pohon dengan buah merah jambu. Di dunia seperti ini, waktu mengalir ke belakang.

3 Juni 1905
Bayangkan satu dunia dengan orang-orang yang hanya hidup satu hari. Dalam dunia yang seperti ini, tak seorang pun sempat menjadi saksi atas perubahan musim. Orang yang lahir di bulan Desember menjalani hidupnya dengan suasana dingin. Sebaliknya, orang yang lahir di bulan Juli tak pernah merasakan butiran salju yang jatuh menerpa pipinya.

5 Juni 1905
Sebagian kecil orang lahir tanpa kepekaan terhadap waktu. Akibatnya, kepekaan mereka terhadap ruang meningkat sampai taraf yang menyiksa.

9 Juni 1905
Andaikan manusia hidup selamanya.
Ketika setiap tindakan harus dikaji sejuta kali, maka hidup menjadi bersifat sementara. Inilah harga yang harus dibayar demi keabadian. Tak seorang pun menjadi manusia yang utuh. Tak seorang pun yang merdeka. Seiring waktu, orang berkeyakinan bahwa satu-satunya jalan agar dapat menempuh kehidupan milik sendiri adalah dengan kematian.

10 Juni 1905
Waktu hadir, tetapi tak bisa diukur.

11 Juni 1905
Di dalam dunia tanpa masa depan, setiap perpisahan adalah kematian, setiap kesedihan adalah final, setiap gelak tawa adalah yang terakhir. Di dunia tanpa masa depan, setelah kekinian adalah kehampaan, orang-orang bergantung pada masa kini bagai bergayut pada tepi tebing.

15 Juni 1905
Mereka memilih berlambat-lambat, berjingkat melintasi waktu, mencoba mengakrabi kejadian demi kejadian. Yang lain berpacu menuju masa depan tanpa persiapan, memasuki perubahan yang cepat dari peristiwa-peristiwa yang melintas.

17 Juni 1905
Begitu kecilnya ketidaksinambungan waktu, maka satu detik bisa diperbesar dan diurai menjadi seribu bagian, dan tiap bagian menjadi seribu keping lagi. Begitu kecilnya ketidaksinambungan waktu, maka jarak antar segmen sama sekali tidak terlihat. Tiap kali waktu berputar, maka dunia baru tampak seperti yang lama.

18 Juni 1905
Jam tak bisa lagi diabaikan. Benda ini harus dipuja. Sang penemu dibujuk untuk membuat jam agung. Setelah itu, ia dibunuh dan semua jam dihancurkan. Mereka terjebak oleh penemuan dan keberanian mereka sendiri. Mereka harus membayar dengan hidup mereka.

20 Juni 1905
Apa yang dipandang benar untuk jam, dipandang benar pula untuk detak jantung, tarikan dan hembusan nafas, gerak angin di atas alang-alang. Di dunia ini, waktu mengalir dengan kecepatan yang berbeda di masing-masing tempat.

22 Juni 1905
Inilah dunia dimana waktu tidak bersifat cair, sebaliknya waktu bersifat kaku seperti struktur tulang, membentang tak terbatas ke depan mau pun kebelakang, membuat masa depan sama memfosilnya dengan masa silam. Setiap tindakan, pikiran, hembusan angin, burung yang melayang telah ditetapkan sepenuhnya, selamanya.

25 Juni 1905
Ia merasakan dirinya berulang ribuan kali, merasakan kamarnya ribuan kali. Pengulangan mana yang benar-benar miliknya, yang mana dirinya yang sejati, yang mana masa depannya sendiri ?

27 Juni 1905
Di dunia dengan masa silam yang berubah, kenangan bagai butiran gandum yang tersapu angin, seperti mimpi-mimpi singkat, seperti bentuk-bentuk awan.

28 Juni 1905
Bagi anak-anak, waktu  bergerak terlalu lambat. Mereka selalu terburu-buru, dari satu kejadian ke kejadian lain. bagi yang lebih tua lagi, waktu berlalu demikian cepat. Mereka berhasrat menahan satu menit saja.

          
“ Ada satu tempat dimana waktu berhenti. Tetesan air hujan menggelantung kaku di udara. Bandul jam beku separuh ayunan...ketika seorang kelana mendekati tempat ini dari arah mana pun, gerakannya semakin lambat. “




  
  





No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya.
Silahkan tinggalkan komentar anda yang berhubungan dengan artikel.
No sara / pornografi.

Dabo Singkep

Welcome To Dabo Singkep Island

Sudah pernahkah kamu   mendengar sebuah pulau   bernama Dabo Singkep? Bagi yang sudah mendengarnya, mereka akan tahu dimana letak pu...