Tuesday, April 23, 2013

Si Buruk Rupa : Joko Kendil






Di waktu kecil, tentunya kamu sering mendengar dongeng bukan? J
Kira-kira dongeng seperti apa yang kamu dengarkan? ^^

 Anak  perempuan pasti banyak yang bilang dongeng Cinderella...:D maklum namanya juga perempuan, pasti menyukai dongeng yang ada pangeran di dalam sebuah cerita tersebut. Benar atau benar ? :D


Begitu rindunya diri saya  ingin mendengar sebuah dongeng, akhirnya saya salurkan hasrat ini ke dalam postingan blog saya ^^

Mungkin diantara kamu ada yang pernah mendengar dongeng si cantik dan si buruk rupa. Seorang laki-laki tampan yang dikutuk menjadi buruk rupa akibat kesombongannya. Kutukannya akan lepas dengan syarat jika ada seorang wanita yang benar-benar tulus mencintainya dengan penampilannya yang seperti itu.

Ternyata, dongeng si cantik dan si buruk rupa punya berbagai versi di tiap negara. Kalau di Cina, si cantik dan si buruk rupa dapat kita temui di dalam cerita “ Pangeran Naga atau Prince Dragon”, di barat “Beauty and The Beast”, dan kalau di Indonesia  menurut saya terdapat  tiga versinya, mulai dari “Pangeran Kodok”, “Lutung Kasarung”, dan “Joko Kendil”.



Salah satu versinya yang ingin saya bagikan disini adalah cerita tentang Joko Kendil.

Oke, selamat menikmati dongengnya dan jangan lupa tarik selimut kamu dulu siapa tahu kamu akan tertidur setelah mendengar sebuah dongeng dari saya...>.<

p
ada zaman dahulu, hiduplah seorang perempuan dengan anak laki-laki nya. Anak laki-lakinya memiliki bentuk tubuh yang aneh. Tubuhnya seperti  sebuah periuk nasi. Orang-orang memanggilnya Joko Kendil. Kendil berarti sebuah periuk untuk memasak nasi.

Walaupun tubuh Joko seperti anak tidak normal, ibunya sangat mencintainya. Ia tidak pernah  menyesali kenyataaan atas anaknya. Jika Joko Kendil  meminta sesuatu, ia akan mencoba mengabulkan keinginannya.
Joko kendil adalah seorang anak yang ceria. Dia juga seorang anak yang lucu walaupun terkadang  nakal. Joko kendil sering pergi ke pasar tradisional dan duduk di samping seorang pedagang. Pedagang tersebut mengira bahwa Joko adalah sebuah periuk.

Lalu, ia meletakkan beberapa barang dagangannya diatasnya.  Joko kendil juga sering menyelinap diam-diam ke dalam sebuah pesta.  Orang-orang akan  mengira bahwa dia adalah sebuah kuali memasak. Orang-orang kemudian  meletakkan beberapa makanan diatasnya.  Setelah itu, dia diam-diam pulang ke rumah dan membawa makanan untuk ibunya.

“Ibu, aku membawakan beberapa makanan lezat untukmu” kata Joko Kendil.
Ibunya  merasa curiga.
“Joko, apakah kamu mengambil makanan ini tanpa izin?”
“Tidak, aku tidak melakukannya. Orang-orang meletakkan makanan diatas ku. Mereka  mengira bahwa aku adalah sebuah kuali memasak.  Jadi aku membawa makanan ini.”
Sebenarnya, ibu Joko ingin marah, tetapi ia tertawa  setelah mendengar cerita Joko Kendil.

Joko tumbuh dewasa, tetapi tubuhnya  tetap kecil. Dia masih seperti sebuah kuali memasak. Bagaimanapun,  Joko tidak berkecil hati. Dia meminta ibunya untuk menemukan seorang gadis untuknya.

 Anehnya, Joko ingin putri  sang raja menjadi istrinya. Itu membuat ibunya sangat terkejut.
“Ingat Joko, kita hanyalah orang miskin. Tidakkah kamu sadar bahwa tubuhmu seperti ini?”kata ibunya.
“Jangan  cemas, Ibu. Segalanya akan baik-baik saja.   Tolong, bisakah kamu meminta putri untuk menjadi istriku.” Joko  meyakinkan ibunya.

Ibu joko pergi ke istana dengan perasaan ragu. Ia takut raja akan marah kepadanya. Bagaimanapun, sebagai seorang ibu yang baik ia mencoba membuat anaknya bahagia. Ia pun masuk ke istana dan bertemu sang raja.
“Paduka, pertama-tama maafkanlah hamba. Putraku, Joko kendil ingin menikah dengan salah satu putrimu,” kata ibu joko dengan penuh ragu-ragu.
Sang raja mempunyai tiga orang putri. Mereka sangat cantik.
“Baiklah, ibu Joko. Aku tidak bisa memutuskan sekarang. Biarkan putri-putriku memutuskannya sendiri,” kata raja dengan bijak.

Ibu Joko  begitu lega. Raja tidak terganggu dengan kata-katanya.  Bagaimanapun, ia menunggu jawaban  putri-putri sang raja.
“Anak-anakku, maukah salah satu dari kalian menikah dengan Joko Kendil?” tanya sang raja.
“Tidak, aku tidak ingin. Aku ingin seorang suami yang sangat kaya,” kata anak pertama.
“Aku tidak ingin seorang suami seperti Joko Kendil. Aku ingin seorang suami seperti ayah,” kata anak kedua.

Dua orang anak raja telah menolak lamaran dari Joko Kendil. Bagaimanapun, jawaban anak bungsu  berbeda.
“Dengan senang hati ayah. Aku akan menikah dengannya.

Raja sangat terkejut. Meskipun, ia tidak bisa menolak keputusannya. Kemudian,  Joko Kendil pun menikah dengan putri bungsu.
Kakak-kakak Putri bungsu  selalu  menghinanya.
“Suamimu berjalan seperti sebuah bola yang menggelinding,” kata putri tertua.
“Dia seperti sebuah kendi air,” putri kedua tertawa.
Putri bungsu sedih mendengar hinaan kakak-kakaknya, tetapi ia mencoba bersabar.

Suatu hari, sang raja mengadakan beberapa pertandingan. Joko berkata dia tidak bisa ikut serta karena ia  sakit.  Banyak orang mengikuti pertandingan. Ada beberapa permainan seperti menunggang kuda dan menggunakan senjata.

Tiba-tiba, seorang ksatria datang. Kakak-kakak putri bungsu jatuh cinta kepadanya. Mereka juga  mengejek putri  bungsu karena ia telah menikah.  Hingga, ia tidak bisa menikah lagi. Putri bungsu  menangis berlari ke dalam  kamar tidurnya. Ia melihat sebuah kuali memasak dan memecahkannya berkeping-keping.

Ksatria tampan tersebut tidak memperdulikan tentang putri-putri lainnya. Dia  pergi ke dalam kamar putri bungsu. Dia mencari kuali memasak yang telah hancur. Lalu, ia melihat putri bungsu sedang menangis.
“Apa yang terjadi kepadamu, istriku?” kata sang ksatria.
Putri bungsu sangat terkejut.
“Aku istrimu? Tetapi suamiku adalah Joko Kendil, kata sang putri.
Sang ksatria tersenyum dan ia mengatakan yang sebenarya.

“Aku adalah Joko Kendil, suamimu.  Waktu itu, aku memakai kuali memasak sebagai pakaianku. Bagaimanapun, aku akan berubah menjadi seorang ksatria jika aku menikah dengan seorang putri.

Putri bungsu sangat bahagia mengetahui bahwa suaminya sebenarnya seorang ksatria yang tampan. Disisi lain, kakak-kakanya  menyesal karena mereka telah menolaknya menjadi seorang suami. Mereka akhirnya hidup bahagia.

Happy Ending
And Good night for all..^^







2 comments:

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com