Wednesday, May 8, 2013

Menatap Alam Lewat Goresan Tangan Claude Monet




Salah satu tokoh pelukis dari aliran impresionisme yang terkenal adalah Claude Monet. 
Claude Monet, seorang pelukis beraliran impresionisme kelahiran Paris, 14 November 1840. Pada usia lima tahun, keluarganya pindah ke Le Havre. Bakat Monet sebagai seorang pelukis telah terlihat sejak ia masih anak-anak.  Pada  umur lima belas tahun, ia  sudah mampu menghasilkan sejumlah uang dari hasil kegemarannya  sekaligus pekerjaannya sebagai karikaturis lokal. 


Perkenalannya dengan salah satu pelukis dari Le Havre, telah mampu menarik perhatiannya kepada seni lukis. Diawal karirnya antara tahun 1865 dan 1866, lukisan Monet berhasil di terima oleh salah satu pameran lukisan yang bernama “Salon” dan beberapa lukisannya mulai terjual.
Namun, hasil karya yang disukai oleh banyak ktitisi bukanlah jenis lukisan yang ingin dibuatnya. Akibat mempertahankan gaya independennya, kehidupan Monet pun jatuh bangun. 

Kehidupannya ini terus berlanjut sampai ia menikahi Camille. Pernikahan ini membuat Monet diasingkan oleh keluarganya. Camille, istri Monet tidak begitu disukai oleh keluarga Monet.
Ketika Monet kekurangan uang, ia dengan terpaksa harus meninggalkan Camille sementara waktu dan pulang kerumah keluarganya. Sayangnya, Camille harus meninggal di usia muda akibat penyakit  serta meninggalkan hasil buah cinta mereka berdua, seorang anak laki-laki yang bernama Jean.

Monet kemudian menikah kembali dengan seorang wanita yang bernama Alice Hoschede, yang mempunyai enam orang anak dari suaminya terdahulu. Bersama Alice, Monet membesarkan anaknya dan anak Alice. 

Air , alam pedesaan, serta bunga bakung memberi banyak inspirasi untuk Monet sebagai objek lukisannya. Meski Monet tidak belajar seni secara formal, dan bakatnya tidak di dukung oleh keluarganya, ia mempunyai keteguhan hati dan rasa percaya diri yang kuat akan bakat serta karya yang dihasilkannya.

Hingga akhir hayatnya Monet tetap melukis dan tak henti –hentinya mengagumi bunga bakungnya. Ia telah memberikan sumbangan besar kepada dunia dengan memindahkan alam yang berlalu cepat ke dalam bentuk seni yang indah dan abadi.

Berikut ini beberapa lukisan karya dari Claude Monet :



Lady In The Garden
1867
32” x 39”
Cat minyak pada kanvas
Hermitage,St.Petersburg


Lukisan yang  indah ini dibuat ditaman milik bibi Monet, dan sang wanita yang disebut pada judulnya adalah Jeanne-Marguerite Lecadre, saudara sepupunya. Ibu Monet meninggal di tahun 1857, yang kemudian disusul oleh Jacques Lecadre, kakak iparnya sekaligus mitra ayah Monet, Alphonse.
Kemudian keluarga Monet pindah ke kediaman Lecadre di Le Havre, dan Alphonse meminta kepada janda Marie-Jeanne Lecadre agar merawat Monet, yang kehidupannya semakin sulit semenjak kehilangan ibunya. Menyadari adanya bakat besar dalam diri Monet, Marie-Jeanne menganjurkan agar sepupunya menjadi seorang pelukis. 
Ini adalah pilihan hidup yang cukup sulit. Sepuluh tahun kemudian, pada saat lukisan ini dibuat, pasangan hidup Monet yaitu Camile, tengah hamil di Paris. Camile tak disukai keluarga Monet dan pernah ditinggalkan Monet yang terpaksa harus pulang kerumah karena kekurangan uang.









The Basin At Argenteuil


1872
24” x 32”
Cat minya pada kanvas
Musee d’Orsay, Paris


Ditahun 1872, atas rekomendasi dari Manet, Monet tinggal di kota Argenteuil yang terletakdi tepi sungai. Manet, sebagai pelukis yang lebih tua dan tinggal di Gennevilliers di seberang sungai  Siene, juga memilihkan  rumah untuk Monet yang letaknya tak jauh dari sungai. 

Dengan cepat Argenteuil kehilangan sifat pedesaannya, tetapi yang paling disukai Monet adalah perahu-perahu yang ada disana. Sesungguhnya denyut kehidupan di tempat itu berada pada sungainya.

Monet dan Manet hampir setiap hari bertemu, dan mereka bersama-sama mengembangkan gaya melukis yang baru. Warna-warna murni yang diterapkan dengan tegas,mampu menangkap efek sinar matahari pada langit dan air dalam suasana yang seluruhnya baru.

Lukisan ini adalah salah satu dari banyak lukisan sungai Siene yang dibuat Monet, terutama pada setengah tahun pertama tahun 1870-an,
Awan, perahu, dan manusia, semuanya tampak hanyut pada hari Minggu yang damai ini.





The Luncheon

1873
63” x 79”
Cat minyak pada kanvas
Musee d Orsay, Paris




Makan siang telah selesai. Camile berjalan di bawah sinar mentari dengan seorang tamu tak dikenal. Sementara Jean bermain dibawah bayangan meja. Dari semua lukisan taman yang dibuat Monet selama tujuh tahun ia tinggal di Argenteuil, lukisan ini adalah lukisan yang paling besar dan paling berkesan.

Lukisan ini dibeli oleh Gustave Caillebotte, seorang pelukis dan kolektor kaya, yang pada tahun 1894 mewariskan  enam belas karya Monet kepada negara yang hanya menerima delapan karya Monet.

Ini adalah pemandangan yang penuh ketenangan yang sering dijadikan subyek oleh Monet pada awal karirnya. Hal yang menarik untuk diketahui adalah semua posisi dari setiap benda yang ada sebagai titik pusat lukisan ini, seperti gelas, teko kopi dari perak, buah-buahan, dan roti, semua tampak sama pentingnya bagi Monet seperti kekasihnya. 
Pada kenyataannya, sepanjang hidupnya sang pelukis terkenal suka pada makanan enak.






Wild poppies


1873
20” x 26”
Cat minyak pada kanvas
Musee d Orsay, Paris



Lukisan ini adalah lukisan yang terkenal di seluruh dunia dan mungkin yang paling disukai dari semua lukisan impresionis.

Ini adalah salah satu dari 240 lukisan kanvas yang dibuat monet selama tujuh tahun tinggal di Argenteuil. Sungai, perumahan, dan suasana pedesaan yang ada disekitar tempat yang indah dekat kota Paris ini memberikan banyak ilham dan kesenangan bagi Monet.

Dengan ditemani isteri yang setia, anak lelaki kecil, dan uang yang tiba-tiba mengalir dari hasil penjualan lukisan-lukisannya, dua tahun pertama kehidupannya di Argenteuil adalah saat yang membahagiakan bagi Monet.

Kesejahteraan dan kegembiraan terpancar dari lukisan ini, sehingga Monet menganggap lukisan ini disertakan pada pameran pelukis impresionis yang pertama tahun 1874. Lukisan ini kemudian dibeli oleh Jean-Baptise Faure, seorang yang memiliki penglihatan rabun jauh dan kolektor fanatik karya Monet.



 

woman with a parasol

1886
52” x 35”
Cat minyak pada kanvas
Musee d Orsay, Paris



Monet membuat tiga lukisan serupa dari wanita yang sedang memakai payung ini. Lukisan pertama dengan cantiknya menggambarkan Camille dan Jean di tahun 1875.

Dua lukisan lainnya yaitu woman with parasol dan Turned in the left, dilukisnya tahun 1886 dan menunjukkan bagaimana kuatnya bayangan Camille tetap melekat di hati Monet, walau pun sudah tujuh tahun ia meninggal.

Dua lukisan ini sebenarnya berpasangan. Pada lukisan kedua, payung di gambarkan mengarah ke kanan, sehingga cahaya lebih banyak mengenai wajah dan sosok tubuh sang model. Monet menggunakan sentuhan-sentuhan kuas yang tegas untuk menunjukkan bahwa awan diatas bergerak cepat pada hari yang berangin kencang itu.

Model lukisan ini adalah salah satu dari anak tiri Monet, yaitu Suzzane Hoschede, yang berpose di dekat kediaman mereka di Giverny. Ironisnya, sama seperti Camille, ia meninggal pada usia muda, saat ia masih 31 tahun. Monet terus mengagumi lukisan diri Suzzane sampai akhir hayatnya.



The Pond at Montgeron
1876-1877
68” x 76”
Cat minyak pada kanvas
Hermitage, St.Petersburg
 
Monet menghabiskan akhir pertengahan tahun 1876 sebagai tamu Ernest Hoschede di Chateau de Rotterburg di Montgeron, sebelah tenggara kota Paris. 

Selama ia tinggal disana, Sang Pengusaha Belgia yang merupakan salah satu kolektor pertama dari lukisan – lukisan impresionisme, meminta Monet membuat empat buah lukisan dekoratif untuk rumah pedesaannya yang mewah.

Berlawanan dengan banyak lukisan Monet  yang lain yang ditujukan untuk menangkap sifat dasar kontemporer, lukisan-lukisan yang dipesan ini tidak menghadirkan sesuatu yang baru dalam subyeknya.

Lukisan keempat yang paling kuat ini adalah pemahaman instrospektif Monet atas kolam rawa terpencil yang terletak di pekarangan rumah tersebut. Hanya setelah melihat lukisan ini dua kali, sebagian besar orang baru bisa melihat adanya gambar sosok-sosok manusia yang dilukis Monet di tepi rawa ini.







Blue waterlilies

1916-1919
79” x 79”
Cat minyak pada kanvas
Musee d Orsay, Paris



Sejak tahun 1890, Monet merasa khawatir jika gairahnya untuk melukis wajah air “bisa membuatnya gila.” Walaupun begitu, ia terus melukis kolam rawa bunga bakungnya sebanyak 236 kali, sampai akhir hayatnya tiga puluh tahun kemudian.
 
Segera setelah Perang   Dunia I meletus, sang pelukis bersama sahabatnya – seorang negarawan Perancis bernama Georges Clemenceau-memiliki gagasan untuk menyumbangkan serangkaian lukisan bunga bakung kepada negara Perancis sebagai peringatan damai. 

Telah diputuskan bahwa karya-karyanya itu akan ditampilkan di sebuah ruangan Orangerie of The Tuileries Paris. Lukisan yang ada disana adalah salah satu dari sekian banyak lukisan yang ditampilkan disana. 

Walaupun lukisan-lukisan tersebut  telah diselesaikan pada tahun 1922, namun mereka meninggalkan Giverny baru pada tahun 1926. Hal ini disebabkan karena Monet yang sadar akan arti penting lukisan-lukisan ini, ingin selalu berada didekat mereka agar ia bisa memperbaikinya di waktu luang.

2 comments:

  1. saya dari dulu nge fans sama Lady In The Garden, tapi baru tau klo itu lukisanx monet

    ReplyDelete
  2. terima kasih sangat bermanfaat

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com