Friday, May 2, 2014

Kisah Sepotong Semangka dan Si Kembar



twins, cute, anime, cartoon, watermelon, story, children, Pain Tool SAI




“UWAAA..AAAHH..ITU PUNYAKU KIO,KEMBALIKAN!!!”kata Akou kepada adiknya dengan sangat marah.

“TIDAK—ini punyaku. Semangka ini punyaku dan aku akan memakannya.” bantah Akio, sambil menjauhkan sepotong semangka dari hadapan Akuo.

“TIDAK. ITU PUNYAKU. KEMBALIKAN. JANGAN BERBOHONG....!!!” bentak Akuo pada adiknya, wajahnya cemberut,tanda ia sedang menahan marah.

“Hm...aku tidak berbohong. Semangka ini kutemukan diatas meja itu.”
 Akio menunjukkan ke sebuah meja makan yang berwarna coklat di hadapan Akuo.


“ Dan tentu ini adalah punyaku.” Tambah Akio dengan sangat yakin.

“KAU BILANG KAU MENEMUKANNYA KAN??? BERARTI SEMANGKA ITU BUKAN MILIKMU.” Tangan Akou mulai bergetar.
 Ia tak sabar ingin merebut sepotong semangka merah yang begitu lezat itu dari tangan adiknya.

“Tentu saja milikku. Karena aku yang menemukannya.” Jawab Akio tanpa rasa bersalah.

“KU BILANG KEMBALIKAN SEMANGKA ITU PADAKU, AKIO!!” perintah Akuo pada adiknya. 
Akio tahu kalau kakaknya sedang benar-benar marah, namun ia hanya tenang-tenang saja.

“ TIDAK MAU. Aku akan memakannya.” Tiba-tiba Akio membuka mulutnya lebar-lebar dan siap melahap semangka lezat ditangannya. 

Melihat buah kesukaannya itu akan dimakan oleh Akio, Akuo langsung menarik baju tidur Akio, dan berteriak

“KEMBALIKAN AKIO, ITU SEMANGKA KU.....” wajah Akuo terlihat akan menangis, hidungnya telah berwarna merah seperti tomat.  Matanya mengerjap-ngerjap menahan air mata yang akan keluar.

“Itu punyaku...kembalikan...” suara Akuo terdengar lemah karena menahan tangisnya, tangannya masih mencengkeram baju Akio. Tapi cengkeramannya kini melemah.

Akio pun menghentikan niatnya untuk melahap semangka tersebut. Dipandangi wajah sedih kakaknya dengan perasaan bersalah.

“Apa yang terjadi disini Akio?” tiba-tiba ibu datang dari arah pintu dapur. 
Tangan kanannya tengah memegang sebuah buku berwarna merah tua.

“Astaga....Akio apa yang kau lakukan pada kakakmu?” tanya Ibu lalu memeluk Akuo sambil menepuk-nepuk lembut punggung Akuo.

“Akio merebut semangka milikku bu...” adu Akuo. Kepalanya dijatuhkan pada bahu ibu. Lalu membenamkan wajahnya dalam-dalam.

“Benar apa yang dikatakan kakakmu, Akio?” tanya ibu menatap lekat-lekat ke dalam mata Akuo.
“Iya, bu..” kata Akio dengan perasaan malu dan menundukkan wajahnya.

“Akio sudah mendapatkan bagian semangka punya Akio kan?” tanya ibu lagi.

Akio mengangguk pelan. 

“Lalu kenapa Akio merebut semangka milik Akuo?” selidik ibu

“Itu karena ......” Akio melirik sebentar kearah Akuo. Akuo  melepaskan pelukan ibu dan menatap Akio dengan rasa penasaran. Apa mungkin Akio ingin membalas kejadian kemarin, gara-gara aku memakan biskuitnya tanpa seizinnya? Eh, tapi itu tidak mungkin—Akio tidak pernah pelit kepadaku. Begitu pikir Akuo.

“Jadi, karena apa...?” ibu mengulangi ucapan Akio. 

“itu karena........” Akio sepertinya takut untuk melanjutkan kalimatnya. Sementara Akuo tidak sabar mendengar kelanjutan kalimat itu.

“karena apa?” tanya ibu lagi, suaranya terdengar lebih tegas.

“Kalau Akio bilang alasannya, ibu jangan marah ya sama Akio?” kata Akio dengan wajah cemas dan ragu-ragu.

“Iya, ibu tidak akan marah, tapi Akio harus mengatakannya dengan jujur” kata Ibu sambil tersenyum kepada Akio.

Akio menghela nafas. Beberapa detik kemudian ia terdiam. Ia terlihat seperti mengumpulkan keberaniannya di dalam hati. 

“Itu karena Akio suka sekali melihat wajah Akuo yang lagi cemberut dan sedang menangis..” kata Akio akhirnya. Ibu terlihat bingung sekali atas ucapan Akio. Begitu juga Akuo, ia hanya diam dan terpaku.

“Wajah Akuo yang terlihat menangis dan cemberut itu sangat lucu bu, mirip si putih peliharaan kita....” jelas Akio lagi.

Sontak ibu tertawa geli sambil memegangi perutnya. Ibu mengerti sekarang maksud ucapan Akio.

“HAAA....jadi kamu sengaja menjahiliku, dan menurutmu wajah ku ini seperti si putih?” kata Akuo tak percaya. 
Sementara si Putih yang sedang bergelung tidur di sudut lemari makan, tiba-tiba terbangun mendengar ada yang menyebut namanya. Dengan mata setengah mengantuk si Putih mengeong lemah dan menatap ke arah Akuo.

“Aku tidak berbicara padamu putih....” kata Akuo bersungut-sungut kesal melihat Akio yang sedang tersenyum jahil. Si Putih sepertinya mengerti bukan ia yang jadi masalahnya, tidur kembali dengan pulas. 

“Kamu pikir lucu?” tambah Akuo sambil memeloti Akio. Yang dipelototi bertambah senang.

“Sudah, ayo Akio cepat minta maaf sama kakakmu?”perintah ibu pada Akio.  

Akio lalu mengulurkan tangannya kepada Akuo,
“Maafkan aku ya kak, aku tidak ingin merebut semangkamu. Ini ku kembalikan.” Kata Akuo dengan sungguh-sungguh dan memberikan semangka yang hendak dimakannya kepada pemilik sebenarnya.

Akuo masih tampak kesal. Ia tidak mau menoleh kepada Akio. 

“Minta maaf tidak cukup!” kata Akuo dengan sengitnya.

“Baiklah...” kata Akio mengerti lalu seketika itu juga ia langsung menubruk kan badannya ke arah Akuo, dan memeluknya erat-erat. Akuo yang kehilangan keseimbangan karena ditubruk Akio secara spontan tak mampu mengimbangi. Akibatnya mereka terjatuh bersama-sama di lantai. Akio jatuh tepat diatas tubuh Akuo.  Sontak, mereka tertawa bersama-sama. Ibu pun ikut tertawa melihat tingkah mereka.

“Akio sayang kakak...” kata Akio sambil mencium pipi kanan Akuo. Kedua pipi Akuo memerah, akibat ciuman dari Akio.

“Aku juga tidak marah lagi...” balas Akuo tertawa senang.

“Kalau gitu, selesai Akuo makan semangkanya, ibu akan mendongeng untuk kalian” kata ibu lalu menunjukkan sebuah buku bewarna merah tadi yang ia pegangi.

“HOREE...!!!” sorak Akio dan Akuo kompak.

Akhirnya merekapun berbaikan. Akio memang suka menjahili dan menggoda kakaknya, Akuo. Meskipun begitu ia adalah seorang adik yang baik, yang sangat mencintai Akuo, sang kakak. Begitupun sebaliknya Akuo menyayangi Akio.








twins, anime, cartoon, story, children, watermelon,sketsa, Paint Tool SAI

2 comments:

  1. Hello dear Anisa.Nice story andilustration :) Have a nice weekend :)

    ReplyDelete
  2. silahkan kunjungi wap.naruchigo.com

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com