Thursday, August 10, 2017

Jin : Penciptaan, Bentuk, dan Kehidupannya Bagian 2





“Wahai anak Adam, Janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Dia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya dia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya, Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”
( QS. Al-A’raf : 27 )

KEHIDUPAN JIN
Pada postingan sebelumnya kita telah membahas tentang bentuk dan sosok jin. kali ini,  saya akan menuliskan tentang kehidupan jin yang saya janjikan sebelumnya. Sumber tulisan yang saya muat disini masih sama.
Apakah kehidupan jin sama seperti kehidupan manusia?
Jawabannya adalah sama. Mereka bertempat tinggal, menikah, memiliki keturunan, bahkan mereka memiliki agama seperti manusia. Mereka ada yang beragama islam, kristen, yahudi, hindu, budha, bahkan penganut ajaran komunis. Lalu apa perbedaan antara jin, iblis, dan setan?


Perbedaan Iblis, Jin, dan Setan
“Dan  ( ingatlah ) ketika Kami berfirman kepada malaikat,
“Sujudlah kamu kepada Adam !”
Maka, sujudlah mereka kecuali iblis.
Dia dari golongan jin, lalu dia mendurhakai perintah Tuhannya.....”
( Q.S. Al – Kahfi : 50 )

Iblis  adalah keturunan jin, yang berarti  jin adalah moyangnya iblis.  Sedangkan setan adalah keturunan iblis, yang berarti bahwa iblis adalah moyangnya setan.
Dikisahkan bahwa iblis menikahi salah seorang jin perempuan yang menjadi pengikutnya, lalu mereka dianugerahi keturunan. Keturunan yang berasal dari iblis inilah yang kemudian disebut setan.

As-Suyuthi dalam Laqth Al-Marjan meriwayatkan dari Ibn ‘Abbas,
 “Ketika Allah swt menciptakan Samum ( moyang jin yang diciptakan dari api yang menyala-nyala ), Allah swt berfirman, “Sampaikan kepada-Ku  harapanmu.” Maka Samum menjawab, “Aku berharap kepada-Mu agar kami bisa melihat ( makhluk lain ) tetapi kami tidak bisa dilihat dan agar kami dapat menjadi gaib di angkasa, dan kami tidak mati sebelum jin-jin tua kami kembali menjadi muda.”

Riwayat tersebut masih dipertanyakan tentang kebenarannya. Sedangkan dari penuturan jin sahabat si penulis, harapan dari Samum tersebut memang terealisasikan. Namun, ia tidak mengenal jin yang bernama Samum itu.

Jin Terbagi Menjadi 3 Kelompok
Berdasarkan beberapa hadis, dijelaskan bahwa jin terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama adalah jin yang mempunyai sayap dan terbang di udara. Kelompok kedua terdiri dari jin yang berbentuk ular dan anjing. Sedangkan kelompok ketiga adalah kelompok jin yang dirinya bisa berubah menjadi bentuk apa saja.
Dari Jabir Ibn Nafir, dari Abi Tsa’labah Al-Khuntsa ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda,

“Jin terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama adalah jin yang mempunyai sayap dan terbang di udara. Kelompok kedua terdiri dari jin yang berbentuk ular dan anjing. Dan  kelompok ketiga adalah kelompok jin yang dirinya bisa berubah menjadi bentuk apa saja.”

Sedangkan menurut kalangan jin, iblis mempunyai 5 wakil dalam pekerjaan untuk menyesatkan umat manusia.  Nama-nama mereka adalah :
 Tsabar
Setan ini selalu mendatangi orang-orang yang sedang tertimpa kesusahan/musibah. Kemudian dia melancarkan bisikannya dan menyatakan permusuhannya kepada Allah swt. Diucapkannya melalui orang yang tertimpa musibah ini keluh-kesah dan caci maki terhadap ketentuan Allah swt atas dirinya.

Dasim
Ia selalu berusaha dengan sekuat tenaganya untuk mencerai-beraikan ikatan perkawinan. Mengobarkan rasa benci satu sama lain pada pasangan suami istri sehingga terjadi perceraian.

Al-A’war
 Dia dan seluruh penghuni kerajaannya dalah spesialis-spesialis dalam urusan mempermudah terjadinya perzinaan. Anak-anaknya menjadikan indah bagian bawah tubuh kaum wanita.

Maswath
Setan yang selalu menciptakan kebohongan-kebohongan besar maupun kecil. Ia menampakkan dirinya dalam bentuk seorang manusia lalu menyebarkan kebohongan kepada manusia. Dan pada gilirannya kebohongan tersebut disebarkan pula oleh manusia.

Zalnabur
Setan ini selalu berkeliaran di pasar-pasar di seluruh penjuru dunia. Merekalah yang mengorbankan pertengkaran, caci-maki, perselisihan, dan saling membunuh diantara sesama manusia.

Asy-Syibli meriwayatkan sebuah riwayat dari Zaid bin Mujahid, mengatakan bahwa, “Iblis mempunyai 5 anak, yang masing-masing diserahi urusan-urusan tertentu. Kemudian dia memberi nama masing-masing anaknya itu: Tsabar, Al-A’war, Maswath, Dasim, dan Zalnabur.

Jin Kafir dan Jin Muslim
Seperti di kalangan manusia, bangsa jin juga menganut bermacam-macam agama. Ada jin yang menganut agama islam, ada juga yang kristen, ada jin yang menganut agama yahudi, dan sebagainya. Kita juga pernah mendengar kisah tentang seorang jin yang mendatangi Nabi saw. lalu bersyahadat dihadapan beliau, dan menyatakan keislamannya.
Berdasarkan isi  pembicaraan sang penulis dengan jin muslim sahabatnya, perbandingan jin muslim dengan jin non-muslim bagai setitik air di samudera. Jin-jin muslim selalu mencari rumah yang penghuninya seorang muslim, demikian pula jin-jin yang beragama lain.

“Dan sesungguhnya diantara kami terdapat jin-jin yang taat, dan ada pula  jin-jin yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.
Adapun jin –jin yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka jahanam.”
( QS. Al - Jin : 14-15 )

Usia Jin
Berdasarkan isi  pembicaraan sang penulis dengan jin muslim sahabatnya, jin memiliki usia yang sangat panjang dibandingkan dengan usia manusia. Ada yang berusia 3000 tahun, 4000 tahun, 5000 tahun, 6000 tahun, bahkan ada pula yang mencapai usia 7000 tahun. 

 Allah swt. Berfirman, “ Turunlah kamu dari surga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri didalamnya, oleh sebab itu keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.”
 Iblis menjawab, “Beri tangguhlah kepadaku sampai waktu mereka dibangkitkan.”
 Allah swt. Berfirman, “ Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”
( QS. Al-A’raf : 13-15 )

Perkawinan Jin
Berdasarkan catatan si penulis, usia perkawinan yang terjadi di dunia jin antara usia 170 atau 180 tahun hingga  200 sampai 250 tahun. Usia yang dipandang sebagai usia perkawinan yang paling baik.  Wanita-wanita di kalangan bangsa jin juga mengalami proses kehamilan dan melahirkan yang disertai oleh rasa  sakit. Kesulitan   di kalangan jin wanita saat hamil dan melahirkan lebih berat dibandingkan oleh manusia. Mereka mengandung selama lima belas bulan, yang terkadang berisi 7 sampai 9 janin bayi. Terkadang terjadi kembar dua belas.
Usia penyusuan seorang bayi jin bisa menghabiskan seluruh usia seorang manusia. Bayi jin biasanya menghabiskan waktu lama dengan tergolek dan tertidur tanpa banyak suara.

Pertanyaan yang sering muncul adalah, “Apakah terdapat kemungkinan terjadinya perkawinan antara bangsa jin dan manusia?
Jawabannya adalah TIDAK. Berdasarkan pembicaraan si penulis dengan jin yang menjadi sahabatnya perkawinan antara bangsa jin dan manusia itu tidak mungkin terjadi. Rahim jin dan rahim seorang manusia itu tidak sama, sperma jin dan manusia juga tidak sama. Sedangkan semua itu adalah syarat bagi terjadinya kehamilan. Meski di kalangan para ulama terjadi perbedaan pendapat. Sebagian ulama mengatakan perkawinan antara jin dan manusia memang dapat terjadi, akan tetapi melahirkan anak itu adalah hal yang mustahil karena perbedaan karakter serta asal muasal kejadian.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya,
 Dia telah menjadikan bagimu pasangan-pasangan dari jenismu,
agar supaya kamu tenang bersamanya, dan Dia menjadikan diantaramu cinta dan kasih sayang.”
( QS. Ar-Rum: 21 )

Lantas, bagaimana dengan hadis yang menyebutkan bahwa setan dapat menzinahi seorang wanita?

“Dari ‘Atha’, dari Ibn ‘Abbas, berkata, “Al-Mukhannats” itu adalah anak-anak jin. seseorang bertanya kepada Ibn ‘Abbas, “Bagaimana bisa begitu?”
Ibn ‘Abbas menjawab, “Sesungguhnya Allah swt. dan Rasul-Nya melarang seorang laki-laki mencampuri istrinya dalam keadaan haid. Kalau dia melakukannya, maka setan akan mendahului, dan jika isterinya hamil maka anak yang lahir itu Al-Mukhannats.
( HR. Al-Hafiz Ibn Jarir Ath-Thabari )

Menurut Jin muslim sahabat sang penulis atas pernyataan hadis tersebut, hal itu mungkin saja dapat terjadi jika itu adalah kehendak Allah swt. Rasulullah saw. pun mengajarkan kepada setiap laki-laki yang ingin mencampuri  istrinya, maka hendaklah ia berdoa meminta perlindungan kepada Allah swt.
“Dari Ibn ‘Abbas, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sekiranya salah seorang diantara kamu bermaksud mendatangi ( mencampuri ) istrinya, maka hendaklah ia mengatakan, “Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari setan, dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami.”
( HR. Bukhari-Muslim )







Kemampuan Jin
“Berkata ‘Ifrit ( yang cerdik ) dari golongan jin, “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”
( QS. An-Naml: 39 )

Pada postingan sebelumnya, saya telah menuliskan bagaimana bentuk dan sosok jin. Seperti  ular, anjing dan kucing hitam. Seperti kita ketahui dari sekian banyak kemampuan jin adalah mereka dapat merubah dirinya menjadi bentuk apa saja. Selain itu, menurut catatan penulis kecepatan gerak jin melebihi kecepatan cahaya. Ini tentu mengingatkan kita pada kisah Nabi Sulaiman as. yang salah satu prajurit jin nya menawarkan bantuan untuk memindahkan istana Ratu Balqis sebelum Nabi Sulaiman as. bangkit dari duduknya. Namun seorang ahli kitab dapat melakukannya sebelum mata Nabi Sulaiman as. berkedip. Kisah tersebut dengan indahnya diabadikan didalam Al-Qur’an. 

Jin juga memiliki kemampuan untuk mencuri berita-berita dari langit. Tentang kemampuan jin yang seperti ini, Al-Qur’an dan hadis telah membenarkan pernyataan tersebut. Dalam tafsirnya Al-Qurthubi mengatakan, “Jin duduk-duduk di suatu tempat untuk mendengar – dengar berita di langit. Mereka adalah jin-jin yang sangat jahat dan pembangkang.”

Nabi saw. berkata, “Apabila Allah swt. menentukan sesuatu di langit, maka para malaikat mengepak-ngepakkan sayap mereka karena tunduk terhadap firman-Nya, yang suaranya demikian hebat laksana rantai besi yang dihantamkan ke batu besar. Ketika rasa takut itu telah hilang dari kalbu mereka, maka salah seorang diantara mereka bertanya kepada yang lainnya, “Apa yang difirmankan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Kebenaran, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.” Lalu setan-setan mencuri dengar, dan para pencuri  menyampaikan kepada yang dibawah, dan seterusnya.”

Setan-setan yang mencuri dengar berita langit akan dilempari oleh suluh-suluh api dari langit. Suluh-suluh api akan menghantam salah-satu dari mereka sebelum menerima berita itu. Tetapi bisa jadi mereka berhasil mendengar dan lepas dari kejaran suluh api tersebut. Setan yang berhasil itu, akan membuat ratusan kebohongan tentang berita tersebut ,sampai berita itu masuk ke dalam telinga tukang sihir/dukun. Meski jin memiliki kemampuan yang hebat, namun mereka tidak bisa melihat wujud malaikat.

 “Dan Sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui ( rahasia ) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit  untuk mendengar-dengarkan ( beritanya ). Tetapi sekarang, barang siapa yang ( mencoba ) mendengar-dengarkan ( seperti itu ) pasti akan menjumpai panah api yang mengintai untuk membakarnya.”
( QS. Al-Jin : 8 - 9 )

Singgasana Iblis

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir,
yang ini tawar lagi segar, dan yang lain asin lagi pahit,
dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
( QS. Al-Furqan : 53 )

Pada postingan sebelumnya, kita telah mengetahui tempat-tempat tinggal jin. kali ini kita akan membahas tempat tinggal iblis yang masih keturunan jin. Iblis mempunyai kota-kota dan tempat huniannya. Biasanya di padang-padang pasir, gunung-gunung, pulau-pulau terpencil, dan di permukaan laut. 

Dikisahkan dalam sebuah riwayat, tentang para pengikut Dzu Al-Qarnain, yang diduga seorang Macedonia. Dalam perjalanan mereka, mereka sampai di suatu tempat yang banyak airnya. Dan tampaklah suatu pulau dikejauhan. Mereka melihat suatu umat yang berkepala anjing. Taringnya keluar dari mulut mereka, persis nyala api. Para pengikut Dzu Al-Qarnain segera keluar dan menyerang mereka.
Di kejauhan,  mereka melihat sinar yang sangat terang, dan ternyata itu adalah sebuah istana yang terbuat dari kristal. Dzu Al-Qarnain bermaksud menaklukkan mereka dan masuk kedalam istana. Akan tetapi, Bahram, sang filsuf, melarangnya. Dan memberitahu bahwa siapa saja yang masuk kedalam istana itu pasti akan tertidur didalamnya dan tidak bisa keluar lagi, dan ditawan oleh orang-orang yang ada dalam istana itu.

Berdasarkan kisah diatas, apakah singgasana iblis terletak di Segitiga Bermuda?
Banyak berita yang kita dengar tentang hilangnya pesawat-pesawat dan kapal-kapal di segitiga bermuda ini secara misterius. Jin muslim sahabat si penulis tidak memberi jawaban pasti atas pertanyaan yang sama yang diajukan oleh si penulis. Ia mengatakan bahwa, pasukan iblis dan penjelmaannya dalam bentuk manusia adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap hilangnya pesawat-pesawat dan kapal-kapal laut yang memasuki wilayah Segitiga Bermuda.
Semua tempat yang merupakan pertemuan dua laut, yakni pertemuan antara aliran air hangat dan air dingin adalah kawasan yang dipilih oleh iblis dan pembantunya-pembantunya sebagai pusat pemerintahan kerajaan dan negaranya.


“Dua lautan mengalir, dan kemudian bertemu.
Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”
( QS. Ar - Rahman : 20 - 21 )

Rasulullah saw. pun melarang seseorang untuk duduk diantara tempat yang panas dan yang teduh. Beliau mengatakan, “Itu adalah tempat duduk setan.”
Rasulullah saw bersabda, “Apabila salah seorang berada di tempat terbuka atau di tengah matahari sedang bersinar, lalu bayangan yang meneduhinya bergeser, sehingga sebagian dari dirinya terletak di tempat panas dan sebagian lagi di tempat teduh, maka hendaknya dia berdiri ( meninggalkan tempat itu ).”

Jin Pendamping ( Qarin ) Manusia
Apakah tiap diri kita memiliki jin pendamping atau Qarin ?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita bersama-sama menyimak sebuah kisah dari Nabi saw.
Abdullah bin Mas’ud mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Tidak seorang pun diantara kalian yang ditunjuk untuknya jin pendamping ( Qarin ).”
Para sahabat bertanya, “Termasuk anda, ya Rasulullah ?”
“Ya, jawab Nabi saw., “Hanya saja aku mendapat pertolongan Allah swt, sehingga jin pendampingku masuk islam, dan dia tidak pernah mengajakku kecuali yang baik-baik.”
( HR. Muslim )

Tiap kita memiliki jin pendamping / Qarin. Seorang wanita akan memiliki jin pendamping ( Qarin ) seorang jin  wanita, sebaliknya seorang lelaki akan  memiliki jin pendamping ( Qarin ) seorang jin lelaki pula.  Jin pendamping ( Qarin ) manusia yang berada di sebelah kanan  berpengaruh dalam kepribadian seorang manusia dalam melakukan tiap kebaikan. Dia akan melindungi seorang manusia dari berbagai bahaya, dia akan mengingatkan segala perintah Tuhan yang lalai dikerjakan oleh seorang manusia, ketika ketaatan manusia tersebut meningkat, ia tak henti-hentinya memujimu kemudian mendoakan kebaikan bagi manusia tersebut. Dia tidak pernah meninggalkan manusia tersebut kecuali ketika datangnya waktu shalat, dan secepat itu pula ia kembali. Ia meninggalkan seorang manusia  ketika seseorang mendatangi ( mencampuri ) istrinya, dan ia tidur diluar.

Sedangkan Jin pendamping ( Qarin ) manusia yang berada di sebelah kiri selalu melancarkan rasa was-was dalam diri manusia.  Ia selalu menghalangi manusia dalam menjalankan kebaikan. Pada hari kiamat, manusia tersebut akan berdebat satu sama lain. Jin pendamping ( Qarin ) manusia yang berada di sebelah kanan akan merasa lemah dan sakit  menyaksikan seorang manusia berbuat kejahatan. Ia akan memalingkan diri dan lari sejauh-jauhnya. Sesudah orang itu melakukan kemaksiatan, jin pendamping tersebut kembali dengan hati pilu.

Tidak setiap  Jin pendamping ( Qarin ) manusia yang seorang muslim pasti muslim. Ini tergantung pada kepribadian tiap orang. Sedangkan jin pendamping ( Qarin ) yang dimiliki orang non-muslim juga beragama non-muslim seperti mereka. pengaruh jin pendamping ( Qarin ) terhadap keimanan dan kepribadian seorang manusia tidak sebesar pengaruh manusia itu tersendiri terhadap diri mereka. jika seorang manusia terus berkubang dalam kejahatan, maka jin pendampingnya itu terus pula dalam kesesatan.

Dan pendampingnya ( Qarin ) berkata, “Inilah yang tersedia di sisiku.” Allah swt berfirman, “Lemparkanlah olehmu berdua kedalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala. Yang  sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas, lagi ragu-ragu. Yang menyembah selain Allah, maka lemparkanlah dia kedalam siksaan yang sangat pedih. Pendampingnya itu berkata pula, “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dia sendirilah yang berada dalam kesesatan yang jauh.”

Allah swt berfirman, “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, karena sesunggunya dulu Aku telah memberikan ancaman kepadamu. Keputusan di sisi-Ku tidak bisa diubah, dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hambaKu. Dan ( ingatlah ) akan hari ( yang pada hari itu ) Kami bertanya kepada Jahannam, “Apakah sudah penuh!” Jahannam menjawab, “Masih adakah tambahan lagi?”
Dan didekatkan surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh ( dari mereka ).”
( QS. Qaf : 23-31 )


Apakah seorang jin memiliki jin pendamping juga?
Jawabannya adalah, YA. Bahkan setiap jin memiliki jin pendamping. Apa yang berlaku pada manusia berlaku pula pada jin. Akan tetapi, jin tidak bisa melihat jin pendamping mereka.

Jika apa yang berlaku pada manusia juga berlaku pada bangsa jin, pertanyaannya adalah
Apakah jin ada yang masuk surga dan juga ada jin yang masuk neraka ?

“Didalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya,
 tidak pernah disentuh sebelumnya, oleh jin maupun manusia.”
( QS. Ar-Rahman: 55 - 56 )

Didalam tafsirnya, Imam Al-Qurthubi mengatakan, “Didalam ayat ini terdapat petunjuk yang menyatakan bahwa jin, sebagaimana halnya manusia, juga mati, lalu diantara mereka ada yang masuk surga. Untuk mereka disediakan jin-jin perempuan ( bidadari-bidadari jin ).”

“ Wahai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepada kalian rasul-rasul dari golongan kalian sendiri, yang menyampaikan kepada kalian ayat-ayat-Ku,dan mengingatkan kalian akan pertemuan hari ini ?
Mereka berkata, “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.”
Kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. Yang demikian itu karena Tuhanmu tidaklah membinasakan negeri-negeri secara aniaya, melainkan penduduknya telah lalai. Dan masing-masing orang akan memperoleh derajat seimbang dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lalai atas apa yang mereka kerjakan.”
 ( QS. Al – An’am: 130 - 132 )




Campur Tangan Jin Dalam Pekerjaan Manusia
Bukan sesuatu yang baru ketika kita mendengar seorang manusia meminta bantuan kepada jin maupun setan dalam melaksanakan niat jahatnya untuk mencelakai seseorang. Bahkan Nabi saw. pernah terkena sihir, namun Allah swt. memberikan pertolongan-Nya sehingga Nabi saw. terlepas dari kejahatan tersebut. 

Akan tetapi, dapatkah seorang manusia melakukan kontrak/ikatan perjanjian terhadap jin ?
Berdasarkan pembicaraan antara penulis dan jin sahabatnya, para tukang sihir biasanya mendatangkan setan dan jin dengan ucapan-ucapan yang seluruhnya kufur dan syirik, juga dengan perbuatan-perbuatan yang sangat kotor. Dalam banyak hal, sihir dilakukan dengan menggunakan perjanjian antara si tukang sihir dengan jin atau setan yang dimintai pertolongan.

Bentuk perjanjian tersebut biasanya tertuang dalam selembar kertas. Memang kedengarannya janggal, mengingat bahwa jin adalah makhluk yang tak terlihat oleh manusia bisa menandatangi perjanjian tersebut. Perlu diingat, jin bisa berubah bentuk dan membuat mereka terlihat dihadapan manusia.  Dikisahkan bahwa ada seorang muslim yang pernah mengopy salah satu bukti perjanjian manusia dengan seorang jin yang ia dapatkan dari orang asing. Dalam surat perjanjian biasanya terdapat nama jin/setan yang membuat perjanjian dan nama manusia yang meminta bantuan kepada jin tersebut. Juga terdapat stempel tersendiri dari kaum jin diatas surat perjanjian itu. Bahasa yang digunakan pada surat perjanjian tersebut kemungkinan adalah bahasa yunani kuno.

 Dalam perjanjian tersebut, si tukang sihir mengakui kepemilikan jin atas dirinya. Si jin boleh memerintahnya sesuka hatinya, dan orang itu harus melaksanakannya. Sebagai imbalannya, si jin juga melakukan apa saja yang di perintahkan oleh pemiliknya.
Jika pada suatu hari si tukang sihir bermaksud membatalkan ikatan perjanjian dengan jin tersebut, jin itu akan menyiksa si tukang sihir dengan membuat kedua matanya buta bahkan membunuhnya.

“Dan mereka ( ahli sihir ) mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya ( kitab Allah ) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”
( QS. Al – Baqarah : 102 )

***
Sekian postingan dari saya tentang jin dan kehidupannya. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Sumber :
Dawud, Muhammad ‘Isa.1996. Berdialog Dengan Jin, Pengalaman Spritual ( Hiwar Shahafiy ma’a Jiniy Muslim ). Bandung : Pustaka Hidayah





No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog saya...
silahkan tinggalkan komentar anda, yang berhubungan dengan artikel yang dibahas.
No sara / pornografi.

Popular Posts

Favorite

Langitanisa's bookshelf: read

Naruto, Vol. 01: The Tests of the Ninja
Love in the Time of Cholera
Lust for Life
The Mysterious Howling
Misteri Lemari Antik
Absolute Boyfriend, Vol. 01
Famous Five 16: Five Go To Billycock Hill
With This Ring
Warm Bodies
Christmas Stories
Golden Book
The Invention of Hugo Cabret
The Five Orange Pips
Death Note, Vol. 7: Zero
Death Note, Vol. 1: Boredom
Death Note, Vol. 5: Whiteout
Death Note, Vol. 8: Target
Bleach Volume 01: Strawberry and the Soul Reapers
Death Note, Vol. 2: Confluence
A Study in Scarlet

Kabarlingga.com